HARGA CPO Astra Agro terkoreksi 6,9% tahun lalu

JAKARTA: Harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) PT Astra Agro Lestari Tbk terkoreksi 6,9% sepanjang kuartal I/2012 yang memicu penurunan pendapatan dan laba bersih perseroan.Investor Relations Astra Agro Lestari Rudy Limardjo mengatakan
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 25 April 2012  |  18:44 WIB

JAKARTA: Harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) PT Astra Agro Lestari Tbk terkoreksi 6,9% sepanjang kuartal I/2012 yang memicu penurunan pendapatan dan laba bersih perseroan.Investor Relations Astra Agro Lestari Rudy Limardjo mengatakan harga jual CPO perseroan turun menjadi Rp7.706 per kilogram dari Rp8.278 per kilogram pada periode yang sama 2011."Harga jual kernel juga turun sebesar 38,7% menjadi Rp4.001 per kilogram dari Rp6.523 per kilogram," katanya dalam keterangan resmi, hari ini 25 April 2012.Meski demikian, terangnya, emiten berkode AALI ini mencetak kenaikan volume penjualan sebesar 5,2% pada kuartal I/2012 menjadi 299.079 ton dari 284.249 ton pada periode yang sama 2011.Dari jumlah tersebut, sebanyak 286.579 ton dijual ke pasar nasional sementara sisanya 12.500 ton di ekspor ke luar negeri.Sementara itu, sambungnya, volume penjualan kernel juga meningkat sebesar 63,3% pada periode tiga bulan pertama tahun ini menjadi 54.734 ton dari 33.516 ton pada periode yang sama 2011.Per 31 Maret 2012, laba bersih AALI turun 42,21% menjadi Rp377,9 miliar dari Rp654,03 miliar pada periode yang sama 2011.Sejalan dengan itu, laba bersih per saham emiten sawit Grup Astra itu juga turun 42,21% menjadi Rp239,98 dari Rp415,33 pada periode yang sama 2011.Pada periode tersebut, pendapatan bersih emiten sawit milik Grup Astra itu turun 6,62% menjadi Rp2,58 triliun dari Rp2,76 triliun pada periode yang sama 2011.Bisnis mencatat tren penurunan tersebut mulai terjadi sejak Februari akibat adanya penurunan harga jual untuk semua jenis produk perseroan mulai dari crude palm oil (CPO), inti sawit (kernel), palm kernel oil (PKO), dan palm kernel expeller (PKE).Harga jual rata-rata CPO dan kernel pada 2 bulan pertama itu masing-masing turun dari Rp8.600 per kilogram dan Rp6.395 per kilogram menjadi Rp7.537 per kilogram untuk CPO dan Rp3.935 per kilogram untuk kernel.Kendati demikian, perseroan yang dipimpin oleh Widya Wiryawan itu mencetak kenaikan produksi CPO sebesar 5,2% menjadi 289.391 ton pada kuartal I/2012 dari periode yang sama tahun lalu 275.099 ton.Pada periode yang sama, beban pokok pendapatan perseroan naik 9,12% menjadi Rp1,84 triliun pada kuartal I/2012 dari Rp1,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.Akibatnya, laba kotor perseroan turun 31,41% menjadi Rp738,94 miliar dari Rp1,08 triliun pada periode yang sama 2011. Margin laba kotor perseroan pun akhirnya menyempit menjadi 28,63% pada kuartal I/2012 dari 38,92% pada periode yang sama 2011.Saat ini perseroan memiliki areal tertanam 266.900 hektar dengan komposisi 22,5% plasma dan 77,5% inti. Dari jumlah tersebut sebanyak 88,8% telah menghasilkan dan sisanya 11,2% belum menghasilkan.Dari total tanaman menghasilkan yakni 237.038 hektar itu tersebar di tiga lokasi yakni Sulawesi dengan komposisi 18,5%, Kalimantan sebesar 39,6%, dan Sumatra 41,9%.Pada periode yang sama, total produksi untuk CPO telah mencapai 289.391 ton sementara produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 1,09 juta ton.Sepanjang tahun lalu, perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 21,81% menjadi Rp10,77 triliun dari pendapatan pada 2010 yaitu Rp8,84 triliun.Kenaikan pendapatan itu terefleksi dari laba atribusi entitas induk sebesar Rp2,49 triliun pada 2011, naik 18,77% dari Rp2,1 triliun pada 2010.Perseroan sudah membagikan dividen interim sebesar Rp300 per saham pada 10 November 2011 dan sisanya sebesar Rp695 per saham akan dibayarkan pada 29 Mei 2012 kepada para pemegang saham yang namanya tercatat per 11 Mei 2012.AALI tidak menyisihkan dana cadangan wajib karena jumlah dana cadangan wajib perseroan sudah mencapai jumlah minimum yang diwajibkan oleh ketentuan yang berlaku. Sisa laba bersih 2011 dibukukan sebagai saldo laba untuk digunakan sebagai modal kerja dan investasi perseroan. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top