ILO dukung program pelatihan K3

 
Jessica Nova | 24 April 2012 21:39 WIB

 

JAKARTA: International Labour Organization (ILO) mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah melalui penyusunan modul pelatihan yang meningkatkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
 
Selain itu, organisasi buruh internasional di bawah Persatuan Bangsa-Bangsa itu juga mendorong produktivitas, memperbaiki kondisi kerja, dan memperkuat kerja sama antara pengusaha, serta pekerja.
 
Bahkan, ILO memperingati Hari K3 se-dunia setiap 28 April untuk mempromosikan pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja secara global. 
 
Hari K3 Dunia ini merupakan kampanye peningkatan kesadaran yang terfokus pada perhatian internasional terkait tren yang muncul di bidang K3 dan besaran cedera, penyakit dan kecelakataan kerja di seluruh dunia. 
 
Secara global, menurut data ILO diperkirakan 337 juta kecelakaan kerja dan 2,3 juta kematian terjadi akibat kerja setiap tahunnya. 
 
Menurut Direktur ILO Jakarta Peter van Rooij, UKM merupakan kunci untuk menciptakan dan mengembangkan pekerjaan yang layak bagi semua, sehingga dalam pengelolaannya juga harus menerapkan sistem manajemen K3.
 
“Ada 5 modul SCORE [program keberlanjutan melalui usaha yang kompetitif dan bertanggung jawab] diadaptasi sesuai dengan kondisi UKM di Indonesia,” jelasnya hari ini, Selasa 24 April 2012.
 
Kelima modul itu secara spesifik membahas mengenai K3 yang akan membantu UKM menjadi lebih berdaya saing di pasar global.
 
Sementara itu, Juerg Schneider, Kepala Kerjasama Pembangunan Ekonomi (SECO) menuturkan kunci pembangunan ekonomi berkelanjutan yang secara efektif dapat menurunkan kemiskinan terletak pada UKM yang berhasil dan berdaya saing tinggi.
 
“Kami percaya UKM dapat menjadi lebih kompetitif dan produktif di pasar nasional dan global, sehingga pada gilirannya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kondisi hubungan industrial,” jelasnya. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top