ALAT BERAT: Sany Group penetrasi ke pasar Indonesia

JAKARTA: Tingginya kebutuhan akan alat berat, khususnya excavator di Indonesia pada tahun ini yang diperkirakan mencapai 15.000 unit hingga 16.000 unit menjadi daya tarik tersendiri bagi  perusahaan yang bergerak di bidang alat berat asal China,
Andhina Wulandari | 12 April 2012 15:02 WIB

JAKARTA: Tingginya kebutuhan akan alat berat, khususnya excavator di Indonesia pada tahun ini yang diperkirakan mencapai 15.000 unit hingga 16.000 unit menjadi daya tarik tersendiri bagi  perusahaan yang bergerak di bidang alat berat asal China, Sany Group melakukan penetrasi ke pasar Indonesia.Untuk menyasar pasar lokal, Sany melakukan kerja sama dengan PT Satrindo Mitra Utama sebagai agen tunggal yang kesepakatan sudah dilaksanakan sejak bulan lalu, guna  memasarkan produk excavator merk Sany di Indonesia.Deputy General Manager Sany Heavy Machinery Ltd Dacheng (dawson) Zhu mengatakan Indonesia memiliki pasar yang cukup besar di bidang konstruksi sehingga hal ini menjadi satu kesempatan untuk mengembangkan produk excavator Sany di Indonesia.“Kami percaya Indonesia memiliki pasar yang besar. Oleh karena itu, sejak bulan lalu, Sany menunjuk Satrindo menjadi agen executive untuk berbagi market share di sini karena kami akan lama di sini,” ujarnya di kantor Sany Indonesia, hari ini.Sebagai salah satu komitmen tersebut, Sany akan membuat pabrik di Indonesia dengan investasi sebesar US$200 juta. “Saat ini lagi desain, kami akan usahakan secepatnya,” ucapnya tanpa menyebutkan waktu pasti.Presiden Direktur PT Satrindo Mitra Utama Irwan Sjaichudin mengatakan untuk memasarkan produk ini, perusahaannya akan lebih mengedepankan kualitas dan service, khususnya after sales service yang juga merupakan moto dari Sany.Produk yang akan dipasarkan excavator dengan berat sekitar 5 ton hingga 40 ton dengan harga yang masih di bawah Rp100 juta.Irwan yakni meski merupakan produk asal China, excavator dengan merk Sany ini memiliki kualitas yang tidak kalah dibandingkan merk lain. Apalagi, sambungnya, komponen penting produk tersebut diimpor dari Jepang.“Kami akan menjaga mutu agar kualitas tetap sama dengan merk Jepang, tentu saja dengan kelebihan pada after sales service. Bila terjadi kerusakan kami akan siapkan tenaga teknis dan mekanik 1x24 jam,” tuturnya dikesempatan yang sama.Terkait target penjualan, Irwan mengatakan bahwa perusahaannya masih belum bisa menargetkan secara pasti karena ini merupakan tahap pertama. “Tapi yang pasti dalam lima tahun pertama kami bisa menjadi salah satu pemain utama di Indonesa,” tuturnya.Direktur Operasi PT Satrindo Mitra Utama Meihardi mengatakan pasar yang akan disasar terutama pada sektor perkebunan, mining, dan konstruksi. “Kami akan fokus sehingga pemakai puas dengan produk Sany,” ungkapnya. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top