BIO FARMA siap produksi 250.000 vaksin flubio

 
News Editor | 04 April 2012 18:09 WIB

 

BANDUNG: PT Bio Farma akan memproduksi sekitar 250.000 vaksin flubio yang memiliki tiga antigen, yakni virus influenza Tipe A/California (H1N1), Tipe B/Victoria (H3N2), dan Tipe C/Bribane. Vaksin ini ditargetkan turut mendongkrak laba bersih perusahaan tersebut. 
 
Kepala Bagian Public Relations PT Bio Farma N Nurlela mengatakan vaksin flubio merupakan salah satu produk terbaru Bio Farma yang mampu mencegah masyarakat dari wabah penyakit influenza.  
 
"Dalam setahun, kami menargetkan produksi Vaksin Flubio sebanyak 250.000 dan vaksin ini akan menjadi salah satu andalan produk kami,"  katanya hari ini.
 
Vaksin flubio memiliki manfaat yang sama kualitasnya dengan vaksin impor sejenis, namun harganya lebih murah. Vaksin ini bisa mencegah penyakit influenza selama setahun, yang tercatat menjadi penyebab 250.000-500.000 angka kematian setiap tahunnya.
 
Saat ini, katanya, Bio Farma tengah menjajaki kerjasama dengan Kementerian Agama agar vaksin ini bisa diberikan kepada para jemaah haji. "Jemaaah haji akan cocok diberikan vaksin flubio sebelum keberangkatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh." 
 
Produk baru ini diprediksi bisa mengerek laba bersih Bio Farma tahun ini. "Tahun lalu, kami mencatat, laba bersih senilai Rp304 miliar. Harapannya, tahun ini, kami dapat meraih laba bersih tumbuh 15% daripada realisasi 2011,” kata Nurlaela. 
 
Capaian laba bersih juga bakal disumbang oleh produk baru vaksin pentavalent yang akan diluncurkan akhir tahun ini. “Terobosan produksi vaksin terbaru kami ini bisa menempatkan Indonesia sebagai negara kelima yang memproduksi vaksin pentavalent,” katanya. Diharapkan, produksi vaksin ini tak hanya memenuhi kebutuhan di dalam negeri tapi juga luar negeri. 
 
Mahsun Muhammadi, dokter Bio Farma,  menjelaskan vaksin Flubio ini dikembangkan para peneliti Bio Farma saat influenza mewabah di Indonesia.  
 
Menurut dia, virus influenza merupakan strain dari virus yang dapat berubah setiap tahun dan tidak sama di setiap tempat sehingga dapat menimbulkan varian baru yang bisa saja tidak dapat ditangkal oleh kekebalan tubuh alami. 
 
Pada negara yang memiliki empat musim, penderita influenza selalu meningkat khususnya pada musim dingin terutama kalangan orangtua, anak-anak dan orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah. 
 
"Penyakit ini mampu menyebabkan komplikasi yaitu penyakit pneumonia yang dapat menyebabkan kematian. Untuk itu, peranan vaksin menjadi sangat penting sebagai perisai dari virus influenza," katanya.
 
Vaksin ini adalah gabungan dari lima jenis varian untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan haemophilus influenzae tipe B (Hib) ini sudah memasuki tahap technical trial. Angka produksi Pentavalent sendiri bergantung pada kebutuhan. Di Indonesia, targetnya vaksin ini dikonsumsi 4,8 juta bayi. (sut)

Sumber : Wisnu Wage Pamungkas

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top