Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Izin pelepasan hutan dilakukan selektif

JAKARTA: Pelepasan hutan untuk produksi dan perkebunan hanya bisa dilakukan secara selektif menyusul penerapan moratorium hutan primer dan lahan gambut.Penerbitan Inpres No.10/2011 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 November 2011  |  12:01 WIB

JAKARTA: Pelepasan hutan untuk produksi dan perkebunan hanya bisa dilakukan secara selektif menyusul penerapan moratorium hutan primer dan lahan gambut.Penerbitan Inpres No.10/2011 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut menuai kritik seolah menjadi tameng Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang berkomitmen untuk secara selektif melakukan pelepasan hutan jika diperlukan. "Izin akan sangat-sangat selektif," tegasnya usai menjadi pembicara kunci diskusi tentang kehutanan oleh Bisnis Indonesia pagi ini. Zulkifli mengakui kawasan kehutanan juga menjadi sumber daya alam pendukung perekonomian terutama untuk sektor perkebunan dan produksi hutan. "Perekonomian tetap harus jalan. Negara ini memang butuh pertumbuhan, tetapi tidak boleh dengan menebang pohon sembarangan."Karena itu, ekspansi sektor perkebunan dan produksi hasil hutan diarahkan ke kawasan lahan terlantar. Apalagi, lanjut Menhut, Badan Pertanahan Nasional menyebutkan masih ada 12 juta hektare (ha) lahan terlantar yang belum dioptimalkan."Dari pelepasan kawasan hutan yang lalu juga masih ada 4 juta yang belum dioptimalkan. Itu bisa dipakai dulu. Lahan kritis dipersilahkan untuk digunakan, tetapi tidak merusak hutan dan lahan gambut," jelasnya.Dia mengakui tingkat perusakan hutan menyebabkan penipisan areal hutan. Di Sumatra, dia menyebutkan tutupan hutan tinggal 20%, padahal peraturan mengamanatkan minimal tutupan kawasan hutan seharusnya mencapai 30%."Kalau dibiarkan memang hutan alam primer tidak banyak lagi. Harimau itu sudah tidak bisa hidup di Sumatra. Gajah tidak bisa hidup karena habitatnya terganggu sehingga mereka menyerang penduduk." (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Aprika R. Hernanda & Martin Sihombing

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top