Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah gunakan balon untuk angkat Jembatan Kukar

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 November 2011  |  22:52 WIB

 

JAKARTA: Setelah mengalami kesulitan dalam melakukan evakuasi korban runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Untuk itu, pemerintah akan mencoba metode pengangkatan jembatan dengan balon udara.
 
"Besok pagi akan dicoba metode lainnya yaitu dengan menggunakan balon udara. Dengan menggunakan 10 balon dengan kapasitas masing-masing 50 ton diharapkan akan bisa mengangkat bagian ujung kerangka jembatan, lalu ditarik atau digeser bagian yang terangkat tersebut kearah pinggir," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Humas Badan Nasional Penanggulang Bencana, kepada Bisnis malam ini.
 
Dia menjelaskan upaya ini dilakukan setelah tim penyelam gabungan yang terdiri dari kalangan profesional, pasukan katak Angkatan Laut dan Brimob Polri belum berhasil melakukan evakuasi korban yang terperangkap di sekitar kerangka jembatan.
 
"Kerasnya arus pada kedalaman 38 meter menyebabkan para penyelam tidak bisa masuk ke dalam kerangka jembatan. Upaya ini dicoba terus sampai sore tadi, namun dengan pertimbangan keselamatan para penyelam akhirnya Kepala Basarnas memutuskan menghentikan operasi penyelaman pada jam 16.30 Wita," jelasnya.
 
Sutopo menambahkan metode balon udara diharapkan bisa mengangkat kerangka jembatan yang kemudian akan ditarik ke pinggir Sungai. "Setelah berada dipinggir baru mayat di dalam mobil dikeluarkan dan dievakuasi." 
 
Metode yang kerap digunakan untuk mengangkat tongkang ponton di galangan kapal ini telah disepakati pada malam ini dan akan diuji coba mulau besok pagi.
 
Dia menambahkan rencananya besok pagi juga akan diadakan rapat teknis dengan Dinas Perhubungan dan unsur Kementerian Perhubungan tentang  persiapan dimulainya pembangunan dermaga darurat untuk feri.
 
Selain itu juga dioperasikannya scanning bawah permukaan sungai dengan multibeam echosounder dan side scan sonar untuk memetakan profil dasar sungai. Total berat alat tersebut 600 kilo gram. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Donald Banjarnahor

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top