Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penikmat kopi tak perlu merogoh kocek lebih dalam

 
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 29 November 2011  |  13:22 WIB

 

JAKARTA: Harga kopi pada tahun depan diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun ini, yakni berada di level Rp35.000 per kg untuk jenis arabika dan Rp20.000 per kg robusta meskipun volume produksi 2012 lebih besar 18%.
 
Sekretaris Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Rachim Kartadibrata mengatakan perkiraan volume produksi kopi tahun depan adalah 650.000 ton, sementara tahun ini 550.000 ton.
 
“Produksi tahun ini tidak begitu banyak akibat kondisi alam. Tahun depan kalau cuaca bagus, bisa produksi hingga 650.000 ton. Tapi, harga saya rasa masih sama seperti tahun lalu karena pedagang akan tetap bertahan,” katanya di Jakarta siang ini, Selasa, 29 November.
 
Menurutnya, kondisi cuaca yang bagus untuk perkebunan kopi adalah volume hujan yang tidak terlalu sering atau terlalu sedikit.
 
Rachim menuturkan harga kopi saat ini memang cukup tinggi, namun pedagang kurang bisa menikmati keuntungan karena volume produksi yang terbatas.
 
“Harga untuk robusta dan arabika itu memang cukup tinggi dibandingkan pada 1999, tapi produknya tidak ada. Sama saja kalau begitu kan?”
 
Dia menuturkan harga kopi banyak dipengaruhi oleh fund manager di bursa efek di London dan New York.
 
Menurut Rachim, ketika fund manager mengetahui bahwa volume produksi kopi tidak mencapai target akibat alam kurang bersahabat, mereka lalu akan berebut membeli kontrak pengiriman kopi sehingga otomatis menaikkan harga komoditas tersebut.
 
“Tahun depan diperkirakan volume produksi bisa meningkat, dan ada kemungkinan bisa menekan harga. Tapi, harga juga bisa bertahan karena keinginan pedagang. Kalau pedagang tidak mau melepas harga di bawah kan sulit,” katanya.
 
Rachim menuturkan pada tahun ini Ekspor kopi robusta Indonesia diharapkan bisa mencapai 350.000 ton, sedangkan arabika sebanyak 60.000 ton.
 
Menurutnya, krisis perekonomian di Amerika Serikat dan Eropa belum begitu berdampak terhadap harga kopi.
 
“Kopi itu merupakan pengeluaran yang tidak terlalu besar untuk rumah tangga, jadi pengaruhnya masih kecil. Memang ada penurunan harga, tapi itu kecil sekitar 1,5% hingga 2% dibandingkan dengan saat sebelum krisis,” paparnya. (ln)
 
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top