Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Tak ada kesalahan desain & konstrusksi jembatan'

 
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 28 November 2011  |  15:13 WIB

 

JAKARTA: PT Hutama Karya selaku kontraktor proyek Jembatan Kutai-Kertanegara membantah runtuhnya jembatan tersebut disebabkan oleh kesalahan desain maupun konstruksi bangunan.
 
Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Ary Widiyantoro mengatakan sebelum jembatan dibangun telah dilakukan studi untuk mengetahui tingkat ketahanan dan daya tampung jembatan sepanjang 710 meter tersebut.
 
"Selama 10 tahun ini tidak ada masalah dengan jembatan Tenggarong. Proses konstruksi yang dimulai tahun 1995 pun telah sesuai dengan prosedur dan persyaratan," ujarnya di Jakarta hari ini.
 
Dia mengatakan sebelum jembatan itu dioperasionalkan pada 2001, pihaknya telah melakukan final hand over kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan pengecekan untuk penyesuaian dengan persyaratan kontrak. Hasil dari evaluasi itu telah diterima dan disahkan oleh Kementerian PU, artinya jembatan layak secara konstruksi.
 
Mengenai kejadian runtuhnya jembatan itu, katanya, pihaknya telah mengirimkan tim dari kantor pusat dan wilayah III Samarinda untuk  melakukan pengecekan dan investigasi di lapangan.
 
Dia juga meminta agar pemeriksaan dilakukan menyeluruh, bukan hanya hal pembangunan konstruksi semata, namun juga pelaksanaan pemeliharaan selama 10 tahun masa operasional.
 
Apalagi, lanjutnya, program pemeliharaan yang dilakukan ketika kejadian tersebut, berbarengan dengan pemeliharaan yang dilaksanakan oleh kontraktor swasta lainnya.(sut)
 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top