Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malang dan Surabaya bisa jadi ikon kota kreatif

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 November 2011  |  19:35 WIB

 

MALANG: Kota Malang dan Surabaya berpotensi menyusul lima kota yang menjadi ikon kota ekonomi kreatif, yakni Bandung, Bali, Solo, Jogjakarta dan Jakarta. Kedua kota tersebut mempunyai banyak usaha kreatif yang berpotensi tinggi serta layak dikembangkan.
 
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Hesti Indah Kresnarini mengatakan pemerintah mengalokasikandana Rp33 mliar untuk mengembangkan usaha atau ekonomi kreatif.
 
“Kerja sama dengan pemkot Malang ini bentuk konkret dari keseriusan pemerintah untuk mendukung  Kota Malang sebagai Kota Ekonomi Kreatif,” kata Hesti Indah Kresnarini di sela-sela Sosialisasi Ekonomi Kreatif dan Penandatanganan Nota Kerjasama Kementerian Perdagangan dengan Pemkot Malang di Malang, akhir pekan lalu.
 
Menurut dia, nantinya Kota Malang tidak hanya dikenal sebagai kota pariwisata maupun pendidikan, tapi juga layak menjadi ikon Kota Ekonomi Kreatif. Berbagai usaha kreatif berkembang di kota ini,  seperti pembuatan  film animasi karya siswa SMK.
 
Selain harus diwadahi, kata dia, juga berperan menyumbang perkembangan ekonoi. Secara nasional, usaha kreatif ini turut menyumbang ekspor ke berbagai negara hingga 43,6%.
 
Dari data tersebut, kata dia, maka usaha tersebut cukup penting untuk dikembangkan. Karena itulah dibutuhkan skema pendanaan khusus untuk mengembangkan usaha kreatif.
 
Terkait hal tersebut, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan mempersiapkan skema untuk mengembangkan usaha tersebut. Bank yang telah mendukung dengan mendanai kegiatan tersebut, yakni BNI dan BRI.
 
Peran pemerintah daerah (pemda) juga penting dalam mengembangkan usaha kreatif. Pemda harus  melakukan pencarian bakat atau bibit-bibit baru, pembinaan atau pendampingan terhadap usaha kreatif yang berpotensi.
 
Dari sisi sumbangan terhadap PDB, dia menegaskan, sumbangan ekonomi kreatif lumayan besar, yakni 7,28% atau sebesar Rp151 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 739 juta jiwa.
 
Namun, dia memperingatkan produk impor usaha ekonomi kreatif dari berbagai negara juga membanjiri pasar penting global maupun dalam negeri. Jika masalah tersebut tidak diantisipasi dengan meningkatkan daya saing produk ekonomi kreatif dalam negeri, maka produk tersebut  akan kalah bersaing dengan produk kompetitor dari luar negeri.
 
Walikota Malang Peni Suparto memberikan penilaian senada. Menurut dia, pelaku usaha kreatif harus melakukan berbagai terobosan baru agar produknya bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.
 
Menurut dia, Kota Malang sangat layak untuk menjadi Kota Ekonomi Kreatif, karena banyak sekali produk usaha tersebut dalam skala UMKM yang berpotensi tinggi menjadi produk ekspor.
 
Usaha UMKM di Kota Malang, dia nilai, turut meningkatkan perekonomian masyarakat secara langsung. Kegiatan perekonomian tersebut telah mampu menurunkan angka kemiskinan dari  12% pada 2009 menjadi 5,95% pada 2010.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Imam Santoso, mengatakan ada sekitar 15 usaha kreatif di kota tersebut yang berpotensi ekspor. Meski demikian, usaha tersebut masih membutuhkan berbagai pembenahan maupun diversifikasi produk agar usaha kreatif ini bisa lebih berkembang lagi. (ln)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Choriul Anam

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top