Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hingga November, Wijaya Karya raup kontrak Rp11,92 triliun

JAKARTA: PT Wijaya Karya Tbk, perusahaan konstruksi pelat merah, mengantongi kontrak baru hingga pertengahan November 2011 mencapai Rp11,92 triliun.Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Natal Argawan mengatakan hingga September, perseroan telah mendapatkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 November 2011  |  15:15 WIB

JAKARTA: PT Wijaya Karya Tbk, perusahaan konstruksi pelat merah, mengantongi kontrak baru hingga pertengahan November 2011 mencapai Rp11,92 triliun.Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Natal Argawan mengatakan hingga September, perseroan telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp9,42 triliun. Dengan demikian, lanjutnya dalam waktu 1,5 bulan perseroan mendapatkan tambahan kontrak baru sebesar Rp2,5 triliun.“Kami tinggal selangkah lagi untuk mencapai target kontrak baru pada tahun ini, yakni sebesar Rp12,3 triliun,” ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers yang dipublikasikan perseroan hari ini.Natal menjelaskan perolehan kontrak baru tersebut terdiri dari beberapa proyek, baik dari sektor infrastruktur sipil, bangunan, industrial plant, maupun energi. Beberapa proyek infrastruktur yang digarap perseroan, paparnya antara lain jembatan Tayan Kalimantan Barat senilai Rp740 miliar yang merupakan kerjasama dengan kontraktor China.Selain itu, dia melanjutkan perseroan juga menangani proyek normalisasi Sungai Citarum senilai Rp234 miliar, normalisasi Kali Pesanggrahan paket 2 senilai Rp281,8 miliar, dan pembangunan jalan akses Gunung Putri sebesar Rp118,2 miliar.Adapun, untuk proyek pembangunan gedung, dia menerangkan perseroan mendapatkan proyek pembangunan komplek Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) senilai Rp30.75 miliar dan proyek kantor BI Solo Rp35,05 miliar.“Kami juga memeroleh proyek industrial plant berupa pembangunan LPG Terminal Makassar senilai Rp221 miliar dan pembangunan pipa minyak mentah Tampino-Plaju sebesar Rp134,56 miliar,” paparnya.Natal menuturkan perseroan juga mendapatkan proyek investasi baru di bidang energi, yakni pembangkit listrik tenaga mesih gas (PLTMG) sebesar Rp439,26 miliar.Dia mengungkapkan saat ini perseroan memang tengah menggenjot bisnis investasi sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan pendapatan. Hingga pertengahan November, tuturnya dua kegiatan investasi perseroan, yakni pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Bali berkapasitas 3x18 megawatt dan pabrik Wika Beton kedelapan telah selesai dikerjakan.“Kedua proyek tersebut telah memberikan kontribusi bagi pendapatan dan laba usaha perseroan pada 2011 ini,” katanya.Natal mengungkapkan masih ada tiga proyek investasi yang saat ini masih dalam proses pengerjaan, yakni PLTD Ambon 25 megawatt, PLTD Rengat-Riau 20 megawatt, dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Borang-Palembang 60 megawatt.Ketiga proyek tersebut, ujarnya diharapkan dapat segera tuntas dan memberikan kontribusi untuk pendapatan perseroan pada 2012. Menurut dia, lini bisnis investasi ditargetkan berkontribusi sebesar 10% dari total pendapatan tahun depan.“Saat ini kami sedang membidik dua proyek investasi untuk pembangkit listrik di Riau dan Jawa Barat,” tuturnya.Wijaya Karya membukukan laba bersih selama periode sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp231,47 miliar atau naik 8,37% jika dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp213,59 miliar.Kenaikan laba bersih tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan sebesar 37,72% menjadi Rp5,44 triliun dari semula Rp3,95 triliun. Laba usaha perseroan juga meningkat 34,15% menjadi Rp385,81 miliar dari sebelumnya Rp287,58 miliar. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bunga Dewi Kusuma

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top