Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan ekonomi RI di bawah target

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 November 2011  |  18:05 WIB

 

JAKARTA: Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 sebesar 6,4%, lebih kecil dari asumsi pemerintah yang sebesar 6,5%.
 
Berdasarkan data Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi tersebut dipicu kekuatan konsumsi domestik dan koordinasi kebijakan dalam negeri di tengah gejolak pasar global.
 
Merujuk pada laporan ekonomi kuartalan Indonesia, Ekonom Senior Bank Dunia Enrique Blanco Armas menjelaskan penurunan pasar finansial masih terlihat. Tetapi jika dibandingkan dengan negara lain, volatilitas pasar Indonesia masih lebih baik.
 
"Jika dilihat dengan negara lain, kondisi pertumbuhan Indonesia masih manageable," ujarnya di Jakarta, hari ini.
 
Menanggapi fluktuasi harga komoditas, Enrique menambahkan kemungkinan meningkatnya harga bahan bakar minyak tak terlalu signifikan melesatkan tingkat inflasi. 
 
"Inflasi ke depan masih cukup terkendali, karena yield harga beras masih dapat meng-cover harga bahan bakar," katanya.
 
Berdasarkan data analisa bank dunia, sampai saat ini reaksi kebijakan Bank Indonesia telah fokus pada langkah makro-prudential. Salah satunya, reformasi struktural yang membantu masuknya arus dana dan  mendorong pertumbuhan ekonomi. 
 
Skenario dasar kondisi pasar finansial global yang terus bergejolak membuat proyeksi pertumbuhan 2012 akan moderat di level 6,3%. Namun, Enrique mengatakan hal ini akan dialami oleh hampir seluruh negara, baik di Asia maupun kawasan benua lain.
 
Ekonom Senior Bank Dunia-Indonesia Sjamsu Rahardja mengimbau pemerintah untuk melakukan reformasi kebijakan di tingkat regional dan kepastian pembangunan infrastruktur.
 
"Para dan permintaan domestik kita sedang bagus. Kita harus melakukan paket reformasi seperti perizinan di tingkat regional," ujarnya.
 
Selain itu, pemerintah juga harus melakukan reformasi di bidang kekayaan intelektual, kepastian regulasi, dan kebijakan persaingan industry untuk meningkatkan kepercayaan investasi. Hal ini perlu diupayakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.(sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lavinda

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top