Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia cetuskan program wirausaha di KTT Asean

BADUNG, Bali: Pemerintah Indonesia mencetuskan program kewirausahaan dan pengembangan usaha (EED) dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asean-ke19 guna memberdayakan masyarakat miskin membantu usaha kecil dan menengah (UKM).Hatta Rajasa, Menteri Koordinator
- Bisnis.com 17 November 2011  |  13:38 WIB

BADUNG, Bali: Pemerintah Indonesia mencetuskan program kewirausahaan dan pengembangan usaha (EED) dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asean-ke19 guna memberdayakan masyarakat miskin membantu usaha kecil dan menengah (UKM).Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, menjelaskan dalam rapat Dewan Ekonomi Komunitas Asean telah disepakati sejumlah pilar penting untuk menyatukan masyarakat ekonomi Asean pada 2015.Salah satu pilar adalah mengurangi kesenjangan ekonomi dan kemiskinan di kawasan Asia Tenggara melalui penyediaan fasilitas pendanaan untuk pemberdayaan masyarakat miskin dan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM).“Untuk mengurangi kemiskinan, masyarakat miskin harus diberdayakan. Terutama harus terakses ke dalam sistem keuangan perbankan. Ini adalah yang kami sebut sebagai bagian dari program Entrepreneurship andEnterprise Development (EED),” jelas dia di sela acara Konferensi Tingkat Tinggi Asean ke-19, hari ini.Menurut Hatta, dalam program EED tersebut diusulkan ada semacam fasilitas kredit bagi masyarakat miskin serta pengusaha kecil dan menengah yang menyerupai kredit usaha rakyat (KUR) di Tanah Air.Dengan demikian, diharapkan kelompok usaha kecil dan menengah bisa tumbuh dan menjadi bagian dari rantai suplai ekonomi kawasan Asean.“Intinya mempercepat peningkatan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan pembangunan di antara negara-negara Asean,” tuturnya.Sayangnya, lanjut Hatta, sumber daya dan modal untuk bisa melaksanakan program EED tersebut terbatas sehingga perlu memperluas sumber pendanaan. Dia berharap lembaga keuangan semacam Bank Pembangunan Asia (ADB) bisa ikut mendukung program tersebut.Gusmardi Bustami, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, mengatakan upaya mengurangi kesenjangan ekonomi antar-negara merupakan isu penting yang jarang dibahas dalam rapat pimpinan negara anggota Asean. Karenanya program EED menjadi begitu penting untuk dibahas mengingat jadwal pembentukan masyarakat komunitas Asean pada 2015 semakin mendekat.“Ada empat pilar penting untuk itu, a.l. alur produksi barang dan jasa, kompetisi usaha, serta  kewirausahaan dan pengembangan usaha. Korelasinya dengan UKM karena tujuannga untuk mengangkat ekonomi masyarakat bawah,” tuturnya.Sejauh ini, belum jelas konsep dan mekanisme pelaksanaan program EED dengan pasti karena baru sebatas usulan yang masih dibahas. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top