Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Separuh dari produksi Iglas rusak

JAKARTA: Pemerintah menegaskan PT Iglas (Persero) tidak akan mendapatkan bantuan dana talangan dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk restrukturisasi keuangan perseroan.Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan telah
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 November 2011  |  12:48 WIB

JAKARTA: Pemerintah menegaskan PT Iglas (Persero) tidak akan mendapatkan bantuan dana talangan dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk restrukturisasi keuangan perseroan.Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan telah mengidentifikasi permasalahan yang tengah dialami perseroan."Manajemen Iglas harus menyelesaikan permasalahannya sendiri, terlebih lagi masalahnya mengenai teknis produksi," tuturnya kepada wartawan hari ini.Dahlan menjelaskan persoalan yang tengah dialami Iglas adalah kerusakan produk yang dihasilkan pabrik kemasan gelas tersebut. Separuh dari produk perseroan rusak padahal energi, bahan baku, dan gaji karyawan sudah terlanjur dikeluarkan."Permasalahannya lebih diakibatkan faktor operator, teknis mesin, serta manajemen produksi," ujarnya.Selain mengidentifikasi permasalahan tersebut, Dahlan juga mengaku telah menemukan solusi untuk mengatasinya setelah berbicara dengan manajemen perseroan. Namun, menurutnya, solusi tersebut terlalu  teknis untuk dijelaskan ke publik."Mereka juga sudah mengundang ahli untuk mengoperasikan mesinnya yang sebenarnya masih baru tetapi tidak lancar jalannya," jelasnya. (03/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ahmad Puja Rahman Altiar

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top