Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei: Tahun depan membaik tapi kok waspada berbelanja?

JAKARTA: Kendati tingkat kepercayaan konsumen Indonesia terhadap kondisi keuangannya pada tahun depan membaik, konsumen justru lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.Managing Director of Consumer Good Nielsen Indonesia Catherine Eddy mengungkapkan
Hilman Hidayat
Hilman Hidayat - Bisnis.com 09 November 2011  |  14:20 WIB

JAKARTA: Kendati tingkat kepercayaan konsumen Indonesia terhadap kondisi keuangannya pada tahun depan membaik, konsumen justru lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.Managing Director of Consumer Good Nielsen Indonesia Catherine Eddy mengungkapkan situasi dan kondisi ekonomi global yang diperkirakan berdampak pada ekonomi Indonesia menjadi konsentrasi konsumen.“Optimisme mereka terhadap keuangan mereka memang membaik. Tetapi mereka justru lebih waspada dalam membelanjakan kebutuhannya,” ujar Catherine kepada wartawan terkait dengan hasil survei online terbaru dari Nielsen, hari ini.Survei tersebut dilakukan secara online dalam rentang waktu 30 Agustus—16 September dengan melibatkan 28.000 konsumen dari 56 negara Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika dan Afrika Utara. Sasaran jajak pendapat tersebut adalah pengguna internet.Adapun untuk Indonesia, survey dilakukan terhadap 500 konsumen yang mewakili kurang lebih 30 juta konsumen.Catherine menjelaskan 86% dari responden Indonesia yang disurvei berpendapat kondisi keuangan konsumen dalam keadaan sangat baik atau baik. Hal tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan optimisme terhadap kondisi keuangan yang sangat tinggi.Menyusul Indonesia, Brazil menempati posisi kedua dan India pada posisi ketiga.Optimisme konsumen Indonesia juga tercermin dari tingkat kepercayaan konsumen terhadap pekerjaan mereka. Sebanyak 69% responden menilai prospek pekerjaan mereka pada tahun depan masih bagus atau sangat bagus.Hasil survey juga menunjukkan konsumen telah melakukan perubahan pada pengeluaran mereka untuk menghemat biaya rumah tangga. Namun, jika sebagian besar konsumen di Asia Pasifik melakukan penghematan pengeluaran dengan cara mengurangi pembelian pakaian baru, konsumen di Indonesia lebih memilih cara penghematan dengan menunda pembelian teknologi baru.Catherine mengungkapkan 52% konsumen menunda pembelian alat elektronik, 49% menghemat belanja pakaian baru, dan 48% mengurangi bepergian ke luar rumah.Perubahan pengeluaran konsumen di Indonesia tersebut, lanjutnya, kemungkinan besar merupakan hasil dari sikap waspada dan kehati-hatian dari konsumen dalam menyikapi situasi ekonomi saat ini.Sementara itu, survei juga memerlihatkan Indonesia tetap menjadi salah satu penabung terbesar di kawasan Asia Pasifik. Sebanyak 68% dari responden memilih untuk menyimpan uangnya dalam tabungan.“Negara lainnya yang juga menjadi penabung terbesar adalah Hongkong (71%). Filipina (68%), Taiwan (67%), dan Singapura (66%).Belanja ritel turunSikap konsumen yang semakin berhati-hati dan bertanggungjawab terhadap cara membelanjakan keuangannya tersebut, menurut Catherine akan memengaruhi belanja konsumen di sektor ritel.Namun demikian, hal tersebut bergantung pada sektor ritel tertentu. Dia mencontohkan belanja pakaian baru oleh konsumen. Hasil riset menunjukkan hanya 18% dari responden yang membelanjakan uangnya untuk membeli pakaian baru. Dibandingkan dengan kuartal kedua, terjadi penurunan 5 poin.“Kondisi ini sudah sering terjadi di wilayah Indonesia. Ini bisa saja memengaruhi penjualan ritel untuk sektor pakaian,” tutur Catherine.Dia melanjutkan kondisi tersebut seharusnya juga disadari oleh peritel. Melihat pasar yang cenderung menurun, peritel sebaiknya mengantisipasi dengan mencari pasar baru. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top