Sepi penumpang, KA Harina pagi dilikuidasi

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 September 2011  |  17:09 WIB

 

BANDUNG : PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menghentikan operasional KA Harina Pagi rute Bandung-Semarang per 1 Oktober 2011.
 
Vice President Public Relation PT KAI Sugeng Prijono mengatakan selain melikuidasi KA Harina Pagi pihaknya juga berencana menghapuskan rute perjalanan lainnya namun hingga saat ini PT KAI masih mendata rute-rute kereta berokupansi rendah.
 
"Untuk sementara kami baru merencanakan untuk menutup perjalanan KA Harina Pagi, tapi hanya jadwal perjalanan yang bagi sementara jadwal berangkat malam masih dioperasikan," katanya kepada Bisnis hari ini.
 
Kebijakan penghapusan jadwal keberangkatan KA Harina Pagi, lanjut dia, diambil setelah rangkaian ini tidak kunjung memberikan kontribusi positif bagi pendapatan PT KAI.
 
Dia menjelaskan, rendahnya angka okupansi dalam setiap keberangkatan KA Harina Pagi, menyebabkan rangkaian ini hanya bertahan tujuh bulan sejak pertama kali diluncurkan pada 12 Februari 2011.
 
"Tingkat okupansinya serta kontribusinya terhadap pendapatan PT KA tidak sesuai harapan sehingga terpaksa kami tutup. Beberapa hari lagi akan kami rilis kondisi rata-rata KA Harina Pagi karena sampai sekarang kami masih mengumpulkan datanya," jelas dia.
 
Jika rencana penutupan rute tersebut jadi dilaksanakan, diharapkan penumpang KA Harina Pagi bisa teralihkan menggunakan KA Harina Malam yang selama ini memiliki tingkat load factor 60-70% pada hari biasa 90-100%.
 
Rangkaian Harina Pagi terdiri dari 4 kereta kelas eksekutif, 2 kereta bisnis, 1 kereta restorasi, dan 1 kereta barang. Tarif yang diberlakukan Rp 140.000-170.000 kelas ekonomi dan Rp110.000-140.000 kelas bisnis, dengan total kapasitas tempat duduk tersedia sebanyak 336 kursi.
 
Okupansi KA Harina Pagi ini tidak kunjung membaik meskipun hampir selama massa pengoperasiannya KA ini memberlakukan tariff promosi seharga Rp50.000 per penumpang yang disediakan sekitar 12 lembang tiket per hari dan 3 lembar tiket pada akhir pecan. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Irvan Christianto

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top