KKP Kucurkan Rp1,2 Triliun untuk nelayan

JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan mengucurkan anggaran Rp1,2 triliun dari total Rp7 triiun untuk program peningkatan kehidupan nelayan.Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan anggaran sekitar Rp5,8 triliun berasal dari berbagai
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 September 2011  |  19:33 WIB

JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan mengucurkan anggaran Rp1,2 triliun dari total Rp7 triiun untuk program peningkatan kehidupan nelayan.Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan anggaran sekitar Rp5,8 triliun berasal dari berbagai kementerian. Ada 13 kementerian, termasuk KKP, yang tergabung dalam kelompok kerja program peningkatan kehidupan nelayan. Kementerian itu a.l. Kemendagri, Kemenhub, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kemenpera. "Anggaran Rp1,2 triliun dari KKP untuk klaster 4 [prorakyat]. Sisanya diambil dari pos kementerian lain. Kementerian Kesehatan rencananya turunkan Rp2 triliun," kata Fadel di gedung KKP hari ini.Berdasarkan hasil rapat tim teknis I kelompok kerja, disediakan 16.933 rumah sangat murah bagi nelayan pada tahun depan di 29 provinsi. Dari data terakhir kelompok kerja, tercatat pembangunan rumah murah terbanyak, 2.301 rumah, ada di Jawa Tengah. Selain itu, di Jawa Timur akan dibangun 1.139 rumah."Masih diperlukan proses verifikasi dari pokja perumahandan kawasan pemukiman di setiap provinsi untuk penetapan lokasi rumah murah sebagai acuan perencanaan lokasi program listrik murah," tutur Fadel.Pada 2011, jumlah rumah sangat murah di lokasi peningkatan kehidupan nelayan (PKN) yakni 5.200. Terdiri dari 2.600 rumah bantuan stimulan pembangunan perumahan swadaya (BSP2S) dan 2.600 peningkatan kualitas perumahan (PKP).Selain membangun rumah murah, kelompok kerja yang diketuai KKP juga akan mengeruk pelabuhan. Pada tahun depan kelompok kerja akan mengeruk 11 pelabuhan dengan total volume pengerukan 917.000 m3. Pelabuhan yang akan dikeruk a.l. Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tumumpa di Kota Manado, PPI Gantung di Kabupaten Belitung Timur, dan PPI Selili di Kota Samarinda.Pengerukan terbesar akan dilaksanakan di pelabuhan Mayangan di Kota Probolinggo yang volume pengerukannya mencapai 475.000 m3. Tapi, berdasarkan inventarisasi terdapat 17 lokasi pelabuhan yang membutuhkan pengerukan dengan total volume pengerukan 180.688 m3. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gloria Natalia

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top