Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tsunami Jepang ganggu ekspor Jabar

BANDUNG: Gampa dan tsunami Jepang berpotensi mengganggu ekspor beberapa produk dari Jabar, seperti elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), bahan baku karet, dan plastik ke negara tersebut. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)
News Editor
News Editor - Bisnis.com 02 September 2011  |  10:51 WIB

BANDUNG: Gampa dan tsunami Jepang berpotensi mengganggu ekspor beberapa produk dari Jabar, seperti elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), bahan baku karet, dan plastik ke negara tersebut. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Ferry Sofwan Arief mengatakan perdagangan internasional memang sudah melalui kontrak kerja sama yang disepakati sebelumnya.Namun begitu, kata dia, bencana di Negeri Sakura itu akan menghambat pengiriman barang dan pesanan untuk selanjutnya yang berujung pada menurunnya pendapatan perusahaan di Jabar.“Keadaan ini secara otomatis akan menekan pelaku usaha di Jabar. Kami akan segera melakukan pertemuan dengan para pelaku untuk membahas persoalan ini,” katanya kepada Bisnis hari ini.Disperindag Jabar, katanya, akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan guna mencari solusi, termasuk mencari negara lain untuk mengalihkan ekspor produk-produk itu.Dia menilai beberapa negara di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin berpeluang menjadi pasar ekspor produk asal Jabar.Kementerian Perdagangan, lanjutnya, memiliki unit promosi yang mampu menjadi sarana pemasaran produk ke negara-negara tujuan ekspor baru itu.“Kami sebenarnya optimistis kinerja perekonomian Jabar-Jepang itu akan pulih dalam waktu cepat mengingat kehandalan negara tersebut dalam penanganan bencana,” katanya.Berdasarkan data Bank Indonesia total ekspor nonmigas Jabar per Januari 2011 mencapai US$1,9 miliar dengan volume 550.000 ton. Total nilai impor nonmigasnya mencapai US$1 miliar dengan volume 144.000 ton. “Saya belum menerima data terbaru perdagangan Jabar-Jepang,” katanya.Sekretaris Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar Kevin Hartanto mengatakan Jepang bukan menjadi negara tujuan ekspor utama TPT Jabar.Oleh karena itu, katanya, gangguan bencana alam di Jepang tidak akan terlalu menghantam volume ekspor secara keseluruhan.“Gangguan pasti ada, hanya skalanya kecil. Jepang bukan jadi pasar utama ekspor TPT dari Jabar,” ujarnya.Menurut dia, Jepang menerapkan persyaratan tertentu untuk ekspor produk TPT. Kondisi ini membuat banyak pengusaha Jabar tidak mengekspor barangnya ke negara tersebut.Selain itu, lanjut Kevin, banyaknya persyaratan yang dituntut oleh pengusaha dan importir Jepang membuat investasi dari negara itu ke Jabar untuk sektor TPT tidak terlalu besar.Di sisi lain, katanya, bencana alam yang terjadi juga tidak akan membuat kebutuhan impor suku cadang mesin produksi menjadi melonjak.“Memang ada pengusaha yang menggunakan mesin dari Jepang. Artinya, gangguan pasokan tetap ada, hanya saja pengusaha Jabar kemungkinan bisa bertahan dengan kondisi mesin saat ini,” ujarnya.(k35/k45/ln)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top