PKP Mau Gandeng Lippo untuk Sulap Meikarta Jadi Rusun Subsidi

Kementerian PKP berencana menggandeng Lippo Group untuk membangun rusun subsidi untuk MBR di Meikarta, Cikarang.
Jajaran gedung apartemen di proyek pembangunan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Abdurachman
Jajaran gedung apartemen di proyek pembangunan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengungkap rencana pengembangan rumah susun (rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebagai bentuk pelaksanaan Program 3 Juta Rumah presiden Prabowo Subianto.

Menteri PKP, Maruarar Sirait menjelaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan bekerja sama dengan Lippo Group menghadirkan rusun bagi MBR di kompleks Meikarta yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

"Rencana pembangunan Rusun subsidi yang pertama di Meikarta, pak James sudah siapkan yang saya rasa besar [ukurannya]. Nanti kita pastikan dahulu," kata Maruarar saat ditemui di Kantor Kementerian PKP, Kamis (15/1/2026).

Ara melanjutkan, apabila berjalan sesuai rencana, konstruksi rusun MBR di Meikarta tersebut akan dijalankan pada tahun ini. 

Saat dikonfirmasi mengenai rencana tersebut, CEO Lippo Group, James Riady enggan menjawab. Hanya saja, dia menekankan bahwa pihaknya telah berkomitmen mengembangkan Kota Baru di Cikarang tersebut sejak 1990.

"Saya pertama kali membangun kota baru di Indonesia itu tahun 1990 Membangun Cikarang yang 5.000 hektare, lalu Karawaci itu 2.000, dan kita ada 6-7 kota baru," imbuhnya.

Pemerintah memang belakangan santer mengungkap bakal mulai memprioritaskan pembangunan hunian vertikal sepanjang tahun ini. Hal itu dilakukan untuk mempercepat capaian program 3 Juta Rumah.

Sebelumnya, Wamen PKP Fahri Hamzah juga menyebut, untuk menjaga keterjangkauan harga rumah, pemerintah saat ini tengah menggodok skema baru. Salah satunya bakal diwujudkan melalui pembangunan hunian rakyat di atas lahan milik negara. 

Sejalan dengan hal itu, ke depan penyediaan rumah murah akan difokuskan pada pengembangan hunian vertikal yang bakal berlokasi di daerah perkotaan.

"Karena kalau kita bangun di atas tanah swasta itu jatuhnya bukan rumah subsidi, karena pasti mahal. Karena harga tanah, terutama di perkotaan sudah mahal," imbuhnya.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro