Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Efek Tarif Trump, Harta Mark Zuckerberg hingga Elon Musk Hilang Rp3.444 Triliun

Sebanyak 500 orang terkaya di dunia mengalami penurunan harta kekayaan (net worth) sebesar US$208 miliar atau Rp3.444 triliun usai pengumuman tarif Trump.
CEO Amazon Jeff Preston Bezos, CEO Google Sundar Pichai, dan CEO Tesla Inc. Elon Musk menghadiri pelantikan Presiden AS Donald Trump di Gedung Kongres AS atau US Capitol, Washington, Amerika Serikat, Senin (20/1/2025). / Pool via Reuters-Chip Somodevilla
CEO Amazon Jeff Preston Bezos, CEO Google Sundar Pichai, dan CEO Tesla Inc. Elon Musk menghadiri pelantikan Presiden AS Donald Trump di Gedung Kongres AS atau US Capitol, Washington, Amerika Serikat, Senin (20/1/2025). / Pool via Reuters-Chip Somodevilla

4. Ernest Garcia III

Kekayaan CEO Carvana Co. merosot US$1,4 miliar atau Rp23,18 triliun setelah saham perusahaan penjual mobil bekas ini turun 20%. Saham perusahaan ini sempat melonjak lebih dari 425% dalam 12 bulan hingga 14 Februari, namun kemudian turun 36% usai Trump mengumumkan pengenaan tarif baru AS.

5. Tobi Lutke

Salah satu pendiri dan CEO perusahaan e-commerce Kanada, Shopify, kehilangan US$1,5 miliar (Rp24,84 triliun) atau 17% dari kekayaannya. Saham Shopify, yang menghasilkan sebagian besar pendapatannya dari penjualan barang impor, turun 20% di Toronto.

6. Bernard Arnault

Uni Eropa bersiap-siap untuk memberlakukan tarif tetap sebesar 20% untuk semua produk yang menuju AS, yang diperkirakan akan merugikan ekspor alkohol dan barang-barang mewah.

LVMH Moët Hennessy Louis Vuitto milik Arnault, yang memiliki lisensi barang mewah seperti Christian Dior, Bulgari, dan Loro Piana, mengalami penurunan harga saham di Paris, merugi hingga US$6 miliar atau sekitar Rp99,36 triliun imbas kebijakan tarif baru AS.

7. Zhang Congyuan

Pendiri produsen sepatu Cina Huali Industrial Group Co. kehilangan US$1,2 miliar (Rp19,87 triliun), atau 13% dari kekayaannya, karena tarif tambahan 34% dari Trump terhadap Cina membuat saham perusahaan ini anjlok.

Produsen alas kaki yang berbasis di AS dan Eropa juga merasakan dampaknya, seperti Nike Inc, Lululemon Athletica Inc. dan Adidas yang mayoritas fasilitas produksinya berada di Asia Tenggara, di mana masing-masing turun dua digit.

Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper