Tepis Kekhawatiran, Joe Biden Pede Kondisi Perbankan AS Baik-Baik Saja

Pandangan Biden tersebut cukup menepis kekhawatiran Wall Street akan gejolak keuangan yang lebih luas. 
Presiden  Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower di Washington, DC, AS, pada Kamis, 12 Januari 2023./Bloomberg
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower di Washington, DC, AS, pada Kamis, 12 Januari 2023./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meyakini bank-bank regional AS berada dalam kondisi baik-baik saja dan tidak melihat adanya krisis besar di masa depan. 

Pandangan Biden tersebut cukup menepis kekhawatiran Wall Street akan gejolak keuangan yang lebih luas. 

"Saya rasa kami telah melakukan pekerjaan yang cukup baik. Tabungan masyarakat aman. Saya rasa akan butuh waktu beberapa saat agar semuanya menjadi tenang, tetapi saya tidak melihat adanya gejolak besar," kata Biden sebagaimana dilansir dari Bloomberg pada Sabtu (25/3/2022). 

Biden mulai menyoroti krisis perbankan sejak sepekan terakhir, karena dia berusaha mengalihkan perhatian dari masalah ini dalam upaya untuk memproyeksikan stabilitas dan menghindari ketakutan pasar.

Orang nomor satu di AS ini mengatakan jika gejolak perbankan terus berlanjut, pemerintah berada dalam posisi untuk melindungi simpanan masyarakat.

"Jika kami melihat ketidakstabilan yang lebih besar, kami akan berada dalam posisi di Federal Deposit Insurance Corp (FDIC) untuk menjamin pinjaman-pinjaman di atas US$250.000, seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya," lanjut Biden. 

Adapun, regulator AS mendapat tekanan untuk memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai penjaminan simpanan yang tidak dijamin. 

Senator Elizabeth Warren telah menyampaikan kepada para regulator untuk meningkatkan jaminan pada rekening di atas ambang batas US$250.000 saat ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Janet Yellen mengatakan para regulator tidak akan memberikan jaminan simpanan secara menyeluruh tanpa bekerja sama dengan anggota parlemen.

Minggu lalu, Biden juga sempat menyatakan keyakinannya gejolak terburuk yang mengguncang sistem perbankan AS telah berlalu.

Dia secara terbuka mengajukan masalah ini ke Kongres, mendorong para anggota parlemen untuk menyetujui peraturan bank yang lebih ketat dan hukuman bagi para eksekutif di bank-bank yang gagal, termasuk memperkuat kekuasaan untuk menarik kembali bonus.

Meski demikian, para regulator masih berupaya menstabilkan sektor ini setelah kejatuhan Silicon Valley Bank dan Signature Bank, dan ditambah dengan kesehatan bank regional lainnya, First Republic Bank (FRC), meskipun telah menerima dana talangan sebesar US$30 miliar. 

Krisis perbankan diperparah oleh masalah di Credit Suisse Group AG yang menyebabkan pemerintah Swiss memfasilitasi kesepakatan akuisisi oleh UBS Group AG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper