Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

AirNav Indonesia: Erupsi Gunung Merapi Tidak Pengaruhi Kegiatan Navigasi Penerbangan

AirNav Indonesia sebut erupsi gunung merapi tak ganggu penerbangan di wilayah sekitarnya. Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dan Adi Sumarmo Solo tidak terganggu.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 09 Februari 2023  |  22:52 WIB
AirNav Indonesia: Erupsi Gunung Merapi Tidak Pengaruhi Kegiatan Navigasi Penerbangan
Lukisan Gunung Merapi karya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). - Twitter @jansen_jsp

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia memberikan informasi terbaru terkait dampak erupsi Gunung Merapi terhadap kegiatan penerbangan di wilayah sekitarnya.

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Rosedi mengatakan erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Rabu (8/2/2023) pagi kemarin tidak mempengaruhi pelayanan navigasi penerbangan. Dia menuturkan kegiatan navigasi baik di Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) maupun di bandara-bandara lain sekitarnya, termasuk Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dan Adi Sumarmo Solo tidak terganggu.

"Sampai informasi ini saya sampaikan pada Kamis (9/2/2023) pukul 13.30 WIB, operasional penerbangan di bandara-bandara tersebut berjalan dengan ," jelasnya saat dihubungi, Kamis (9/2/2023).

Meski demikian, Rosedi mengatakan AirNav terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait, khususnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG, Direktorat Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan, dan PT. Angkasa Pura I (Persero) untuk memperoleh informsi terkini mengenai dampak erupsi Gunung Merapi.

Dia melanjutkan, AirNav juga menyiapkan rute-rute penerbangan alternatif jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menghindarkan pesawat dari sebaran abu vulkanik.

Sebelumnya, Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami guguran awan panas pada Rabu (8/2/2022) pagi.

Dari catatan seismogram, awan panas tersebut memiliki durasi 130 detik dan jawak luncuran awan 1.500 meter ke arah barat daya.

Akibatnya, Desa Sanggup, Kecamatan Musuk dan Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari mengalami hujan abu sejak Selasa.

“Sampai saat ini info dampak hujan abu terjadi di wilayah Desa Sangup, Kec. Musuk dan Desa Mriyan, Kec. Tamansari - Kab. Boyolali,” tulis akun Twitter BPPTKG.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyebut guguran awan panas (AGP) di Gunung Merapi, Rabu (8/2/2023) pagi masih terpantau aman alias terkendali.

Kendati aman, masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi diminta tetap waspada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

AirNav gunung merapi
Editor : Ibad Durrohman

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top