Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

The Fed Diprediksi Bakal Kerek Suku Bunga Tak Lebih dari 5 Persen

Pedagang obligasi atau bond traders memprediksi The Fed bakal kerek suku bunga tak lebih dari 5 persen pada tahun ini. Apa alasannya?
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  10:59 WIB
The Fed Diprediksi Bakal Kerek Suku Bunga Tak Lebih dari 5 Persen
Gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, D.C., AS, Mingg (10/4/2022). Bloomberg - Tom Brenner
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Para pedagang obligasi atau bond traders memprediksi bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) masih melanjutkan kenaikan suku bunga acuan, namun tak akan lebih dari 5 persen pada tahun ini. 

Melansir dari Bloomberg, Rabu (25/1/2023), hal tersebut akibat para bond traders telah menetapkan besaran taruhan untuk sementara waktu untuk Secured Overnight Financing Rater (SOFR) dan treasury. Pada waktu yang sama, mereka juga mengeksekusi strategi hedge secara dovish. 

Selain itu, pasar juga bertaruh bahwa The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga maksimal 5 dapat tercapai. Namun, hal itu bertentangan dengan pesan lanjutan dari pejabat bank sentral.

Diberitakan sebelumnya, The Fed diproyeksikan akan menaikan suku bunga maksimal 5,5 persen hingga akhir 2023. 

Langkah khusus dari para bond traders, yang dikumpulkan pada opsi SOFR Juni 2023, menargetkan puncak kebijakan The Fed antara 4,75 persen hingga 4,875 persen dan membayar premi sekitar US$5,25 juta untuk hedge. 

Struktur — dikenal sebagai call condor trade — melibatkan empat pemogokan berbeda, menargetkan kisaran harga yang mendekati harga saat ini ke pasar swap tanggal Fed dan menyelaraskan dengan beberapa kenaikan 25 basis poin tambahan selama dua pertemuan kebijakan berikutnya sebelum jeda pengumuman kenaikan suku bunga. 

Para pedagang juga menyarankan pasar memposisikan diri untuk keamanan di pasar Treasury menjelang potensi resesi. Data awal CME open interest menunjukan reli agresif di Treasury di tambah dengan gelombang posisi pembelian baru jangka panjang akan semakin merefleksikan sentimen dovish yang saat ini melanda pasar suku bunga AS. 

Secara total, sekitar US$17 juta per basis poin risiko tunai pada posisi baru ditetapkan di seluruh tenor, setara dengan nilai benchmark note 10 tahun saat ini senilai $20 miliar.

Wakil Ketua The Fed Lael Brainard mengatakan bahwa pihaknya akan memperketat kebijakan suku bunga untuk sementara waktu. Namun, dia enggan menetapkan target baru secara spesifik. 

“Kebijakan harus cukup ketat untuk beberapa waktu," ujarnya. 

Di sisi lain, Presiden The Fed Boston Susan Collins mengatakan dirinya lebih memilih suku bunga di atas 5 persen. Sementara itu, Presiden The Fed St. Louis James Bullard memperkirakan suku bunga akan berada pada kisaran 5,25 persen hingga 5,5 persen pada akhir 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

the fed suku bunga acuan Kebijakan The Fed
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top