Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Buka-Bukaan Bos Garuda (GIAA) soal Investor Strategis Usai Rights Issue

Pihak komisaris hingga pemegang saham Garuda Indonesia (GIAA) masih berhati-hati dalam memutuskan soal investor strategis usai rights issue.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra menerima pertanyaan wartawan di depan ruang sidang Kusuma Atmadja A pada Sidang PKPU Voting Homologasi, Jumat (17/6/2022). Dia cukup optimistis proposal perdamaian PKPU Garuda dapat berakhir homologasi dan melanjutkan pengelolaan perseroan yang lebih sehat. /Bisnis-Rinaldi M. Azka.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra menerima pertanyaan wartawan di depan ruang sidang Kusuma Atmadja A pada Sidang PKPU Voting Homologasi, Jumat (17/6/2022). Dia cukup optimistis proposal perdamaian PKPU Garuda dapat berakhir homologasi dan melanjutkan pengelolaan perseroan yang lebih sehat. /Bisnis-Rinaldi M. Azka.

Bisnis.com, JAKARTA --Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra buka suara soal rencana masuknya investor strategis setelah rights issue.

Usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (5/12/2022), Irfan mengatakan bahwa kemungkinan untuk mengundang investor strategis masih dalam tahap pembahasan tingkat tinggi yakni antara pemegang saham. Keputusan mengenai hal terkait pun belum ada.

Irfan mengatakan pihak komisaris hingga pemegang saham masih berhati-hati dalam memutuskan hal tersebut. Apalagi, konsekuensi mengundang investor strategis masuk ke dalam Garuda Indonesia yakni tergerusnya saham pemerintah.

"Kami dalam diskusi ini dengah kementerian dan komisaris. Semua menyampaikan bahwa lagi memerhatikan sama-sama situasi yang ada di tahun depan, dan implikasinya kepada perusahaan. Apakah perlu mengundang strategic investor dan menjual sebagian saham pemerintah," jelasnya, Senin (5/12/2022).

Irfan memberikan sinyal bahwa masih terdapat jalan panjang menuju masuknya investor strategis ke komposisi kepemilikan saham GIAA. Hal itu lantaran harus adanya juga persetujuan parlemen.

"Kita juga harus tahu bahwa ini akan melewati proses di DPR juga untuk melakukan hal tersebut. Jadi bakal sering ke sini saya," ujarnya.

Di sisi lain, Irfan membeberkan bahwa diskusi dengan beberapa mitra strategis sudah dilakukan pada tataran tingkat tinggi. Namun, Irfan menekankan bahwa belum ada informasi yang bisa diberikan lebih lanjut.

"Memang diskusi dengan beberapa strategis partner sudah dilakukan pada tataran high level, tapi belum ada detail, belum ada NDA [non-disclosure agreement], dan diskusi lebih dalam lainnya. Itu yang dapat kami sampaikan," terang Irfan kepada Komisi VI DPR saat rapat berlangsung. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dany Saputra
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper