Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Waduh! Pengangguran Terbanyak di Indonesia dari Lulusan SMK

Lulusan SMK kembali menyumbang tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia per Agustus 2022.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 09 November 2022  |  14:27 WIB
Waduh! Pengangguran Terbanyak di Indonesia dari Lulusan SMK
Pencari kerja mendaftar di salah satu stan perusahaan pada Job Market Fair 2018 di Klaten, Jawa Tengah. - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK kembali menyumbang tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi per Agustus 2022 sebesar 9,42 persen dibanding tamatan jenjang pendidikan lainnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan secara umum TPT Agustus 2022 sebesar 5,86 persen atau setara dengan 8,42 juta orang dari total angkatan kerja 143,72 juta orang, sedangkan tamatan SMK tercatat menjadi penyumbang tertinggi pengangguran di Indonesia.

“Pada Agustus 2022, TPT tamatan Sekolah Menengah Kejuruan masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 9,42 persen,” tulis laporan BPS dikutip, Rabu (9/11/2022).

TPT menurut pendidikan tertinggi ditempati oleh jenjang SMK, diikuti oleh SMA sebesar 8,57 persen, kemudian SMP (5,95 persen). Selain itu TPT dari jenjang Diploma IV, S1, S2, dan S3 menyumbang 4,80 persen, Diploma I/II/III menyumbang 4,59 persen. Sementara TPT yang paling rendah adalah pendidikan SD ke Bawah, yaitu sebesar 3,59 persen.

Sebagai informasi, TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.

Berdasarkan data dalam dashboard pusat pasar kerja Kementerian Ketenagakerjaan 2021-2022, pada periode tersebut tercatat ada 526.033 pencari kerja, sedangkan lowongan kerja yang tersedia hanya 135.078 posisi di lebih dari 9.000 perusahaan. 

Sementara itu, bila dibandingkan dengan Agustus 2021, kondisi pengangguran menunjukkan perbaikan terlihat dari jumlahnya yang menurun dari 9,10 juta orang menjadi 8,42 juta orang di Agustus 2022. 

Hal tersebut sejalan dengan penurunan TPT yang terjadi pada semua kategori pendidikan dengan penurunan terbesar pada kategori pendidikan SMK, yaitu sebesar 1,71 persen poin. Meski demikian, SMK tetap menjadi penyumbang TPT tertinggi.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 27 April 2022 telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) No.68/2022 tentang Revitalisasi Vokasi dan Pendidikan Vokasi. Kementerian Ketenagakerjaan pun telah mulai melakukan revitalisasi balai latihan kerja (BLK) di seluruh Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyampaikan harapannya dengan revitalisasi tersebut dapat upskilling dan reskilling pencari kerja sehingga dapat bersaing di pasar kerja.

“Kebijakan ini kami lakukan dengan transformasi balai latihan kerja yang tujuan utamanya adalah mengubah bentuk dan fungsi BLK agar mampu merespon ketenagakerjaan guna mencapai pembangunan ketenagakerjaan,” ujar Ida di Senayan, Selasa (8/11/2022). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengangguran tingkat pengangguran smk
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top