Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ramalan Bank Indonesia: Inflasi Akhir Tahun Tembus 6 Persen

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meramal inflasi hingga akhir tahun bisa tembus 6 persen. Ini penjelasannya.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 September 2022  |  16:19 WIB
Ramalan Bank Indonesia: Inflasi Akhir Tahun Tembus 6 Persen
Petugas melakukan pengisian bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) meramal tingkat inflasi hingga akhir tahun bisa tembus 6 persen, sebagai imbas dari kenaikan harga BBM yang diberlakukan mulai awal September 2022.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM akan mendorong kenaikan inflasi 1,8 persen hingga 1,9 persen.

“Keseluruhan pengaruh kenaikan harga BBM baik langsung maupun tidak langsung kurang lebih akan menambah inflasi 1,8–1,9 persen dan karenanya pada akhir tahun ini inflasi akan sdikit lebih tinggi dari 6 persen,” katanya, Kamis (22/9/2022).

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga BI, kenaikan inflasi akan mencapai puncaknya pada September 2022, mencapai 5,89 persen secara tahunan

Dia menuturkan inflasi bulan ini karena dampak langsung penyesuaian harga subsidi dan karena tarif angkutan, meski belum semua naik.

Setelah kenaikan tertinggi pada September 2022, Perry mengatakan kenaikan inflasi akibat harga BBM masih akan berlangsung hingga 3 bulan ke depan, namun cenderung melandai.

“Mungkin ada kenaikan tambahan beberapa bulan dan akhir tahun sedikit lebih tinggi dari 6 persen, tapi setelah itu tekanan inflasi tidak akan besar dan akan melandai,” imbuhnya.

Pada Rapat Dewan Gubernur 21 dan 22 September 2022, BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 4,25 persen.

Perry mengatakan, keputusanini merupakan langkah front loadedpre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 2—4 persen pada paruh kedua 2023.

Di samping itu, kenaikan suku bunga acuan juga untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia Inflasi Harga BBM
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top