Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspansi Gerai Mulai Dilakukan, Tanda Bisnis Ritel Kembali Bergairah

Kondisi bisnis ritel yang merugi selama pandemi Covid-19 saat ini mulai stabil. Hal itu tercermin dari geliat ekspansi gerai beberapa perusahaan.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 20 Agustus 2022  |  02:06 WIB
Ekspansi Gerai Mulai Dilakukan, Tanda Bisnis Ritel Kembali Bergairah
Kondisi bisnis ritel yang merugi selama pandemi Covid-19 saat ini mulai stabil. Hal itu tercermin dari geliat ekspansi gerai beberapa perusahaan. Gerai Super Indo - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi bisnis ritel yang merugi selama pandemi Covid-19 saat ini mulai stabil, seiring mobilitas masyarakat yang kembali normal. Kondisi tersebut tercermin dari beberapa perusahaan sudah mulai menunjukkan geliat dengan ekspansi.

General Manager of Corporate Affairs & Sustainability Super Indo (PT Lion Super Indo) Yuvlinda Susanta mengatakan bahwa pelonggaran mobilitas masyarakat saat ini berdampak pertumbuhan gerainya sebesar 10-12 persen pada paruh pertama tahun ini.

"Kalau menurutku sudah stabil sekarang, kemarin kan tinggi banget, terus ketika anjlok ya anjlok banget," ujar Yuvlinda saat ditemui Bisnis di Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Namun, Yuvlinda enggan memerinci target ekspansi perusahaan ritel yang merupakan patungan antara Alhold Delhaize (Belanda) dan Grup Salim ini. Meskipun demikian, dia memastikan bahwa saat ini perusahaan telah mempunyai 210 gerai yang tersebar di Jawa dan Sumatra. 

"Ada target sampai akhir tahun buka, tapi memang fokusnya di Jawa dan Sumatra. Cuma gak dibuka dulu [angka targetnya] karena suka tiba-tiba ada perubahan,” ucap Yuvlinda.

Selain ekspansi pembukaan gerai, Super Indo pada awal tahun ini juga memperkenalkan platform e-commerce, yakni Super Ninja untuk belanja grocery secara daring.

Untuk ekspansi Super Ninja jangka pendek, kata Yuvlinda, perusahaannya menargetkan hingga akhir tahun 2022, layanan sudah bisa dinikmati di 30 gerai di area Jabodetabek.

Adapun, Bank Indonesia mencatat industri ritel mengalami pertumbuhan pada paruh pertama tahun ini. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2022 sebesar 229,1, atau tumbuh 15,4 persen (yoy), sejalan dengan peningkatan penjualan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau, Subkelompok Sandang serta Kelompok Suku Cadang dan Aksesoris.

Tidak hanya Super Indo, perusahaan ritel peralatan rumah tangga MR.DIY Indonesia kembali membuka gerainya yang ke-400 pada pertengahan tahun ini.

Sanny Hartono selaku Chief Operating Officer MR.DIY menyampaikan bahwa sejak 2017, MR.DIY dalam 5 tahun terakhir, secara pesat terus menambah jumlah tokonya di Indonesia.

Meski tidak diungkap secara gamblang, MR.DIY mengaku akan terus membuka peluang untuk menambah jumlah gerai di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Masih banyak kawasan yang bisa kami eksplor untuk penambahan gerai," ujar Sanny, Rabu (10/8/2022).

Secara global, MR.DIY telah memiliki 2.000 gerai yang tersebar di berbagai negara. Selain Indonesia, MR DIY juga hadir di sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, India, Turki, dan Spanyol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel Covid-19 ekspansi super indo
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top