Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Curhat Ketua Banggar DPR: Rupiah Terguncang Gara-Gara Kebijakan Bank Sentral AS

Banggar menilai bahwa perubahan nilai tukar rupiah terjadi ketika Federal Reserve atau The Fed resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 19 Mei 2022  |  14:12 WIB
Uang dolar dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (26/4/2022) Bisnis - Himawan L Nugraha
Uang dolar dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (26/4/2022) Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Badan Anggaran MH Said Abdullah menyoroti berbagai tantangan dan risiko dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), salah satunya nilai tukar rupiah.

"Belum selesai urusan tekanan terhadap kenaikan harga komoditas, kita kembali dihadapkan tekanan terhadap nilai tukar," papar Said dalam rapat bersama Menteri Keuangan di DPR, Kamis (19/5/2022).

Menurutnya, perubahan nilai tukar rupiah terjadi ketika Federal Reserve atau The Fed resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin atau 0,5 persen tertanggal 4 Mei 2022.

Keputusan The Fed tersebut berimbas ke nilai tukar rupiah kita terhadap dolar AS.

"Beberapa hari terakhir rupiah kita bertengger diatas Rp14.500 per dolar AS dan rupiah berpotensi terus mengalami depresiasi," tambahnya.

Penguatan dolar AS tersebut tidak hanya terjadi terhadap rupiah, tetapi juga terlihat nyata terhadap mata uang global.

Hal ini terlihat dari melonjaknya indeks dolar (DXY) terhadap mata uang global per 13 Mei 2022 sebesar 104.47, dibandingkan indeks awal tahun 2022 sebesar 96,21. Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan juga membuat yield US Treasury naik di atas 100 bps dibandingkan awal tahun, yakni dari 1,63 persen untuk yang berjangka waktu 10 tahun menjadi saat ini 2,93 persen.

Oleh karena itu, dia mengingatkan pemerintah harus cermat melihat kebijakan The Fed ini. "Perkembangan rencana percepatan normalisasi kebijakan moneter The Fed perlu terus diantisipasi dan segera dimitigasi dampaknya ke perekonomian dalam negeri," tegasnya.

Adapun, pada Undang Undang APBN 2022 nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada APBN 2022 ditetapkan sebesar Rp14.350 per dolar AS. Rentang Januari – April 2022 nilai tukar rupiah terhadap dolar memang masih relatif stabil di kisaran Rp14.200- 14.500.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diketahui baru menyampaikan rencana revisi asumsi harga minyak. Terkait dengan rupiah, Kementerian Keuangan akan memutuskan bersama dengan Bank Indonesia, sebelum diajukan ke DPR RI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah Kebijakan The Fed the fed
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top