Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari Semringah Biro Perjalanan Wisata hingga Prospek Indonesia 2023

Naldi, pengemudi bus Armada Jaya Perkasa, dan rekan-rekan sopir bus pariwisata lainnya mendapatkan berkah pendapatan mudik tahun ini, setelah libur pada musim pulang kampung dalam dua tahun terakhir.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 29 April 2022  |  08:21 WIB
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4 - 2020). Bisnis / Himawan L Nugraha
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4 - 2020). Bisnis / Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Bus pariwisata milik PT Armada Jaya Perkasa menepi di bahu jalan Rest Area 379 A Gringsing, Batang, Jawa Tengah pada pukul 12:20 WIB. Sejumlah kru tengah beristirahat di bawah terik matahari sepanjang ruas Tol Batang—Semarang.

Naldi, pengemudi bus Armada Jaya Perkasa, dan rekan-rekan sopir bus pariwisata lainnya mendapatkan berkah pendapatan mudik tahun ini, setelah libur pada musim pulang kampung dalam dua tahun terakhir.

Kabar tentang Semringah Biro Perjalanan Wisata menjadi salah satu dari menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

Berikut ini sorotan utama Bisnisindonesia.id, Kamis (28/4/2022):

1. Semringah Biro Perjalanan Wisata Tadah Berkah Mudik Lebaran 2022

Bus pariwisata milik PT Armada Jaya Perkasa menepi di bahu jalan Rest Area 379 A Gringsing, Batang, Jawa Tengah pada pukul 12:20 WIB.

Sejumlah kru tengah beristirahat di bawah terik matahari sepanjang ruas Tol Batang—Semarang. Sementara itu, 40 penumpang yang dibawa sudah lebih dahulu terpencar mencari makan dan minum.

Salah seorang pengemudi, Naldi, mengatakan timnya tengah mengantar penumpang dari Serang, Banten menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk keperluan mudik. Naldi menjabarkan timnya hanya satu dari tiga rombongan lain yang ikut mengantar penumpang dari daerah Jabodetabek menuju DIY untuk mudik tahun ini.

“Kami pakai empat bus pariwisata, jalurnya kan beda-beda ada yang di tengah dan juga selatan, tahun ini penumpangnya sudah banyak lagi tahun lalu kita tidak mengangkut orang,” kata Naldi saat ditemui Tim Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia, Kamis (28/4/2022).

Naldi bersama dengan rekan-rekan lainnya tidak mengantar penumpang selama mudik dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Dia mengatakan pelonggaran mudik tahun ini belakangan ikut memperbaiki pendapatan mereka. “Pendapatan 2 tahun belakangan sedikit, memang agak mending sekarang satu borongan itu Rp4,5 juta karena sistemnya kontrak,” kata dia.

2. Pendanaan Unicorn Indonesia Vs Singapura, Mana Paling Besar?

Beberapa perusahaan rintisan atau startup di Indonesia kini berstatus unikorn, menyusul GoTo dan Bukalapak. Mereka adalah Ajaib Technologies (Ajaib), Akulaku, Codapay dan Xendit. Keempat startup tersebut dinyatakan telah mencapai valuasi hingga US$1 miliar atau setara US$14,3 triliun.

Laporan perusahaan modal ventura Cento Ventures menyebut bahwa Indonesia bersaing dengan Singapura sebagai penerima investasi startup terbesar sepanjang 2021.

Berdasarkan catatan mereka, 42 persen dari modal ventura diinvestasikan pada startup Indonesia mencapai US$5,96 miliar atau sekitar 85,8 triliun. Sementara gabungan startup Singapura menyumbang 64 persen dari total transaksi pada tahun lalu dengan nilai US$4,84 miliar atau setara Rp69,6 triliun.

"2021 sekali lagi cukup tipikal dalam hal distribusi geografis kesepakatan," tulis Cento dalam laporannya, Kamis (28/4/2022).

Nilai investasi melonjak di sebagian besar sektor. Namun yang paling menonjol datang dari sektor finansial, yang menyumbang sekitar 70 persen dari total investasi yang ada. Bahkan, jumlahnya meningkat tajam hingga 195 persen year-on-year (yoy).

3. Maisonet, dari Istilah Rumah Kurang Lahan hingga Trik Pemasaran

Di tengah keterbatasan lahan, berbagai siasat diperlukan untuk penyediaan hunian yang layak. Hal itu tak terlepas dari upaya pemangku kepentingan untuk terus menekan jumlah backlog, atau kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan, yang kini mencapai 12,75 juta unit.

Terkatt dengan hal tersebut, dalam dokumen berjudul Rumah Maisonet: Hunian pada Lahan Kecil, Tim Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR memperkenalkan rumah maisonet

Dengan keterbasatasan lahan di kota-kota besar dan daerah peri-urban, pengembangan rumah tapak tunggal menjadi tidak efisien, sehingga perlu alternatif lain dalam hal penyediaan rumah tapak.

Rumah maisonet atau rumah tapak bertingkat dapat menjadi nalternatif penyediaan perumahan di lahan yang terbatas. Dalam hal ini, dperlukan peningkatan kapasitas tipologi rumah tapak yang dapat memenuhi kepadatan lebih tinggi seperti rumah susun.

Transisi untuk menjadikan rumah tapak lebih hemat dalam penggunaan lahan perlu diakomodasi dalam model tipologi rumah maisonet.

Tipologi yang belum banyak diterapkan di Indonesia secara umum ini memerlukan batasan yang jelas terkait dengan defisnisi “rumah maisonet”. Termasuk dalam penentuan definisi ini adalah jumlah lantai, dimensi kebutuhan ruang, standar keselamatan dan kesehatan, serta tatanan lahan dan sirkulasi.

4. Kepak Sayap Pelita, Terbang Perdana Menuju Bali

Setelah berusaha 52 tahun, maskapai penerbangan Pelita Air Service (PAS) resmi beroperasi melayani penerbangan berjadwal komersial. Langkah ini merupakan catatan sejarah baru bagi anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut.

Pada penerbangan perdana, Kamis (28/4/2022) pagi, Pelita Air memilih rute Jakarta - Bali. Pesawat take off dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir serta Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati turut melepas penerbangan perdana ini. Sejumlah awak media dibawa untuk merasakan penerbangan bersejarah itu.

Selain mengusung livery baru berwarna khas pertamina di punggung pesawat, Pelita memakai sentuhan dominan warna hitam pada bagian sandaran kursi. Awak kabin juga mengenakan pakaian berwarna senada.

Langkah Pelita menunjukan upaya perseroan untuk berebut kue penumpang penerbangan domestik tahun ini. Indonesia National Air Carriers Association (INACA) memproyeksikan penumpang pesawat pada 2022 akan tumbuh hingga mencapai 60 juta orang.

5. Prospek Indonesia 2023, Cerah di Tengah Muramnya Kondisi Global

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia dan negara-negara lain di dunia pada tahun ini dan tahun depan akan menghadapi situasi yang tidak mudah. Ada beberapa tantangan yang menyebabkan situasi ekonomi dan politik global mengalami gejolak, penuh ketidakpastian.

Presiden mengungkapkan tantangan pertama adalah pandemi belum sepenuhnya berakhir. Beberapa negara masih bergulat menekan penyebaran Covid-19 bahkan masih melakukan lockdown. Kedua, gangguan rantai pasok (supply chain) yang dampaknya ke mana-mana. Ketiga, perang Rusia-Ukraina yang memunculkan krisis energi dan pangan.

"Akhirnya inflasi global meningkat tajam dan pertumbuhan ekonomi global juga akan mengalami perlambatan," kata Presiden Jokowi saat membuka Musrembangnas 2022, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/4/2022).

Terkait inflasi, Jokowi menyebut kondisi di Turki, Amerika Serikat, dan Indonesia. Turki mengalami kenaikan inflasi yang paling tinggi, 61,1 persen. Amerika yang biasanya di bawah 1 persen, sekarang sudah 8,5 persen. "Negara kita alhamdulillah masih berada, terakhir masih berada di angka 2,6 persen. Ini yang harus bersama-sama kita perbaiki, kita pertahankan." 

Di tengah situasi yang penuh gejolak ini, RI patut bersyukur. Perkembangan ekonomi nasional menunjukkan tren positif, surplus perdagangan juga positif, Februari di angka 3,82 miliar dan Maret di angka 4,5 miliar surplusnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran Pelita Air Bus Pariwisata
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top