Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ramadan Hari Ketiga, Pedagang Laporkan Harga Bahan Pokok Melesat

Harga mayoritas bahan pokok mengalami kenaikan harga pada hari ketiga Ramadan tahun ini.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 06 April 2022  |  10:31 WIB
Kebutuhan pokok di pasar tradisional. - Ilustrasi/Bisnis
Kebutuhan pokok di pasar tradisional. - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) melaporkan harga sebagian besar bahan pokok atau bapok mengalami kenaikan harga yang signifikan pada hari ketiga Ramadan 2022.

Sekretaris Jenderal DPP Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan kenaikan harga itu dipicu karena permintaan masyarakat yang meningkat sedangkan pasokan komoditas yang terbatas. 

Berdasarkan catatan Ikappi per Selasa (5/4/2022), sejumlah bapok yang mengalami kenaikan harga di antaranya minyak goreng curah Rp19.500 per liter, cabai rawit merah Rp60.000 per kilogram sementara cabai lainnya di angka Rp50.000 per kilogram. 

Selanjutnya, harga bawang merah naik signifikan dari Rp33.000 per kilogram menjadi Rp37.000 per kilogram, bawang putih dari Rp30.000 ke Rp33.500 per kilogram. Di sisi lain, harga daging ayam dari Rp39.000 menjadi Rp40.200 per kilogram. Sementara itu, harga telur dari Rp22.000  per kilogram menjadi Rp25.300 per kilogram.

“Gula pasir yang memang barangnya sampai detik ini masih langka harganya Rp13.500 ke Rp14.500, tepung terigu dari Rp7.500 ke Rp9.000, daging sapi dari Rp140.000 ribu ke Rp143.000,” kata Reynaldi melalui siaran pers, Rabu (6/4/2022). 

Reynaldi mengatakan asosiasinya tengah mendorong pemerintah untuk mempercepat pasokan sejumlah bapok itu untuk meredam reli kenaikan harga yang sudah terlihat pada pekan awal puasa tahun ini. 

Dia berharap sejumlah harga bapok itu bakal kembali stabil menjelang Idulfitri nanti. Biasanya, dia menuturkan permintaan masyarakat bakal kembali normal setelah melewati pekan pertama puasa. 

“Setelah masuk puasa pekan pertama akan ada penurunan pembelian, daya beli masyarakat akan turun dan penurunan permintaan ini akan naik lagi satu minggu menjelang Idulfitri, ini yang masuk fase kedua,” kata dia. 

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan stok hingga harga sembilan komoditas pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri dalam kondisi stabil pada tahun ini.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto memproyeksikan sembilan komoditas pangan bakal mengalami surplus hingga Mei 2022.  

“Gula konsumsi itu surplus 544.250 ton diharapkan rencana impor Maret hingga Mei dapat terealisasi dengan baik sebesar 772.912 ton, minyak goreng juga posisinya sampai Mei surplus 663.491 ton,” kata Andriko dalam Webinar Persiapan Ibadah dan Pangan Jelang Ramadan, Senin (28/3/2022). 

Selain itu berdasarkan prognosa neraca pangan Januari-Mei 2022 milik Bapanas, stok beras diproyeksikan surplus mencapai 8,75 juta ton, jagung surplus 3,18 juta ton, kedelai surplus 142.307 ton, bawang merah surplus 92.435 ton, bawang putih surplus 104,966 ton, cabai besar surplus 27.957 ton. 

Selanjutnya, stok surplus juga terdapat pada komoditas cabai rawit mencapai 40.484 ton, daging sapi sebesar 31.153 ton, daging ayam ras sebesar 357.770 ton, dan telur ayam ras sebesar 98.576 ton. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga pangan Ramadan harga bahan pokok
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top