Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FMCBG G20 Resmi Dibuka, Sri Mulyani & Gubernur BI Soroti Isu-Isu Berikut Ini

Baik Menteri Keuangan dan Gubernur BI menyampaikan tema besar terkait dengan pemulihan ekonomi dan pemerataan akses vaksin dalam 1st FMCBG meeting hari ini.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 17 Februari 2022  |  08:55 WIB
FMCBG G20 Resmi Dibuka, Sri Mulyani & Gubernur BI Soroti Isu-Isu Berikut Ini
Suasana pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral atau Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (17/2/2022). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - POOL

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama-sama membuka pertemuan pertama menteri keuangan dan gubernur bank sentral (FMCBG) dalam rangkaian G20 2022 hari ini, Kamis (17/2/2022).

Adapun, pertemuan ini diadakan di JCC, Jakarta pada 17-18 Februari 2022. Semula acara ini akan diadakan di Bali. Namun, pertemuan digeser sesuai survei yang dibagikan kepada peserta atau delegasi G20.

Dalam pidatonya, Sri Mulyani mengungkapkan Indonesia menjadi presiden G20 di saat waktu yang sangat menantang. Kendati demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat Indonesia untuk memfasilitasi isu-isu penting yang akan dibicarakan di dalam pertemuan G20 tahun ini.

Tidak hanya menangani dampai Covid-19, Sri Mulyani mengingatkan dunia harus sigap menangani risiko baru di kemudian hari. Oleh karena itu, Sri Mulyani menilai G20 dapat berperan untuk mendorong pemulihan global yang merata dan kuat.

"Menangani dampak ekonomi dan pemerataan akses vaksin menjadi prioritas," papar Sri Mulyani saat membuka 1st FMCBG G20, Kamis (17/2/2022).

Sri Mulyani juga mengingatkan adanya risiko-risiko pemulihan ekonomi a.l. kenaikan harga makanan dan energi, normalisasi suku bunga, varian baru Covid-19, bencana alam hingga masalah geopolitik.

Adapun, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengingatkan peran G20 lebih penting saat ini di masa pandemi.

"Tidak hanya menjamin produksi dan distribusi vaksin, tetapi juga memastikan pemulihan global," ungkapnya.

Mengacu pada hal ini, Perry menegaskan agenda Finance Track G20 akan sangat penting, a.l. mencari exit strategy, mengatasi scarring effects dan memastikan pertumbuhan kuat ke depannya serta penguatan inklusi keuangan dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia g20 sri mulyani G20 Indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top