Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kembangkan Energi Terbarukan, Mitrabara Gandeng Raksasa Renewable Energy UEA

Masdar dan Mitrabara membangun perusahaan patungan bernama Solar Radiance.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  23:03 WIB
Gas rumah kaca. - Ilustrasi
Gas rumah kaca. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA- Masdar, perusahaan energi terbarukan terkemuka dunia, hari ini mengumumkan pembentukan joint venture (JV) dengan PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP), konglomerasi Indonesia yang fokus di sektor energi. Kerjasama pengembangan dan penyediaan energi terbarukan tersebut akan menyasar segmen komersial & industri (C&I) dari pasar energi terbarukan di Indonesia yang tumbuh sangat pesat.

Kerja sama antara MBAP dan raksasa energi terbarukan asal Uni Emirat Arab (UEA) tersebut diumumkan hari ini, Rabu (19/1/2022) di sela-sela "Abu Dhabi Sustainability Week" (ADSW) 2022, yang berlangsung di ibukota UEA minggu ini. Perjanjian kerja sama itu dihadiri Angela Soedjana, Direktur Baramulti Group, dan Hidefumi Kodama General Manager Coal and Energy Solution Department, Idemitsu Kosan Co., Ltd., mereka mewakili pemegang saham mayoritas Mitrabara. Hadir pula jajaran direksi MBAP yakni Khoirudin, Direktur Utama Mitrabara, dan untuk Masdar diwakili oleh Fawaz Al Muharrami, Acting Executive Director, Clean Energy.

PT Masdar Mitra Solar Radiance, perusahaan JV tersebut, akan beroperasi dengan mempergunakan brand Solar Radiance.

Khoirudin, Chief Executive Officer Mitrabara, mengungkapkan, dengan meningkatnya kebutuhan industri dan perusahaan untuk mengurangi jejak karbon mereka, ketersediaan energi terbarukan di suatu negara akan menjadi salah satu pendorong utama keputusan investasi banyak perusahaan. Sayangnya, apabila dibandingkan dengan negara – negara tetangga sekitar, Indonesia masih harus banyak mengejar ketinggalan untuk pengembangan sektor ini.

"Kami yakin Solar Radiance akan mampu mempercepat implementasi energi surya sebagai salah satu solusi energi terbarukan di Indonesia, apalagi sumber daya energi matahari di Indonesia sesungguhnya sangat melimpah, dan masih banyak aspek yang dapat dikembangkan. Pengetahuan, pengalaman, dan keahlian yang Masdar dan Mitrabara bawa ke dalam Perusahaan JV tersebut akan menghadirkan keunikan di pasar energi terbarukan dan akan memastikan solusi terbaik bagi pelanggan kami," katanya.

Adapun Fawaz Al Muharrami, Acting Executive Director, Clean Energy Masdar, menyampaikan ”Solar Radiance akan mendukung upaya diversifikasi energi para pelanggan komersial dan industri Masdar di Indonesia, dan memberikan kontribusi positif pada aksi mitigasi perubahan iklim. Ini lantaran pelanggan internasional dan domestik di Indonesia sesungguhnya membutuhkan penawaran energi terbarukan untuk memenuhi target pengurangan emisi mereka sendiri."

Sementara Abdullah Salim Al Dhaheri, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Republik Indonesia dan ASEAN mengatakan UEA dan Indonesia memiliki tujuan yang sama dalam aksi mitigasi perubahan iklim, diversifikasi bauran energi, pengembangan visi hijau, serta masa depan yang berkelanjutan. Usaha patungan ini sesungguhnya merupakan langkah menuju pencapaian tujuan tersebut, dan mendorong pertumbuhan yang ditopang ekonomi berkelanjutan.

"Melalui Masdar, UEA siap mendukung perjalanan transisi energi Indonesia, dan kami menantikan lebih banyak lagi kolaborasi yang bermanfaat di masa depan," tuturnya.

Solar Radiance akan membantu Mitrabara untuk mendukung tujuan energi bersih dan mitigasi perubahan iklim. Pemerintah Indonesia menargetkan setidaknya 51 persen penambahan kapasitas listrik berasal dari sumber terbarukan pada 2030, segmen C&I diharapkan dapat menikmati pertumbuhan energi hijau yang sangat pesat. Usaha baru ini juga akan mendorong upaya Mitrabara untuk memperdalam penetrasi di sektor energi terbarukan.

Masdar melakukan penetrasi pasar di Indonesia pada tahun 2020, dengan membentuk perusahaan JV dengan PT PJBI, salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero), untuk mendukung proyek pengembangan pembangkit listrik Cirata Floating Photovoltaic, sebagai proyek pertama pembangkit tenaga listrik dengan mempergunakan floating solar panel, dan sekaligus merupakan proyek terbesar di dunia. Masdar telah mencapai kesepakatan pada bulan Agustus 2021, dan ditargetkan untuk memulai operasi komersial pada kuartal ke-4 tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi baru terbarukan
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top