Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurang dari 1/5 Perusahaan Jepang Bersedia Naikkan Gaji Karyawan

Berdasarkan survei Nikkei, kurang dari 1/5 perusahaan Jepang yang bersedia naikkan gaji karyawan pada tahun depan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 31 Desember 2021  |  09:28 WIB
Ilustrasi pekerja Jepang yang terbiasa menerapkan konsep Kaizen - ejinsight
Ilustrasi pekerja Jepang yang terbiasa menerapkan konsep Kaizen - ejinsight

Bisnis.com, JAKARTA - Tidak lebih dari seperlima (1/5) dari perusahaan besar di Jepang bersedia menaikkan gaji seperti yang ditargetkan oleh Perdana Menteri Fumio Kishida guna mendorong perusahaan mendistribusikan pendapatan lebih besar.

Hal ini sesuai dengan survei yang dilakukan Nikkei kepada perusahaan besar. Hasil survei menunjukkan, hanya 18 persen kepala eksekutif yang berniat meningkatkan gaji hingga 3 persen atau lebih pada negosiasi tenaga kerja musim semi mendatang.

Sekitar 43 persen perusahaan mengatakan mereka akan menaikkan gaji sebesar 2 - 3 persen, sementara sekitar 10 persen perusahaan mengatakan mereka tidak akan menaikkan gaji sama sekali.

Dari 140 CEO yang disurvei, hanya 61 responden yang memberikan jawaban spesifik terkait dengan perencanaan gaji.

Kishida telah membuat kenaikan upah sebagai kebijakan kunci pada administrasinya. Dia telah menyesuaikan aturan pajak untuk mendukung perusahaan yang menaikkan gaji, dan berjanji untuk meningkatkan gaji pekerja taman kanak-kanak dan pengasuh untuk orang tua sebesar 9.000 yen (US$78) per bulan.

Kebijakan ini juga akan menguji kepatuhan perusahaan terhadap gaya kapitalisme yang lebih berwawasan dan egaliter di Jepang yang diterapkan Kishida.

Kendati demikian, masih ada sinyal bahwa pelaku usaha akan mendengarkan seruan Kishida. Seiji Nakata, Kepala Eksekutif Daiwa Securities Group Inc., mengatakan kepada Bloomberg bulan ini bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk menaikkan gaji pokok dan pembayaran satu kali, tidak termasuk bonus, rata-rata 3 persen atau lebih mulai April.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang ekonomi jepang
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top