Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang petugas Dirjen Pajak membaca brosur saat sosialisasi sadar pajak di Mall Ayani, Pontianak, Kalbar, Rabu (10/12/2006) - Jessica Wuysang.
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Tax Amnesty, Diidamkan Aburizal Bakrie Diwujudkan Sri Mulyani

Tax amnesty periode pertama berhasil mencapai deklarasi Rp4.884,26 triliun.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
27 Desember 2021 | 17:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pengampunan pajak atau tax amnesty di Indonesia memiliki sejarah panjang. Program pembebasan sanksi bagi wajib pajak yang bersedia mengungkapkan hartanya itu pertama kali dilaksanakan pada zaman Presiden Soekarno. 

Akan tetapi, tax amnesty yang dijalankan melalui Penetapan Presiden Republik Indonesia No. 5/1964 tentang Peraturan Pengampunan Pajak. Program ini tidak terlalu berhasil karena gejolak ekonomi politik dan lengsernya Presiden Soekarno digantikan oleh Presiden Soeharto melalui Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). 

Dalam kekuasaan Presiden Soeharto, Tax Amnesty digelar melalui  Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 1984 Tentang Pengampunan Pajak. Ini merupakan momen pertama penataan Pajak di Indonesia. Gejolak reformasi 1998 dan peralihan kekuasaan yang cepat setelahnya membuat Tax Amnesty kembali digaungkan. 

Baru pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono program itu semakin terang namun terwujud dalam bentuk lain yakni Sunset Policy. Pasalnya, program pengampunan pajak itu dimotori oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Aburizal Bakrie diragukan oleh berbagai pihak termasuk Menteri Keuangan saat itu. 

Upaya Orang Terkaya Indonesia dari Lampung itu mendorong tax amnesty menjadi laporan Bisnis Indonesia edisi 27 Desember 2004 dengan tajuk 'Tax Amnesty Bisa Pancing Dana Parkir'.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top