Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Elon Musk Sebut SpaceX Terancam Bangkrut

Starship merupakan roket raksasa generasi terbaru yang diluncurkan oleh SpaceX. Starship ditargetkan dapat memberikan layanan perjalanan bagi orang dan barang ke bulan dan Mars.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  10:14 WIB
Roket SpaceX Starship SN9 meluncur terbang dalam rangkaian uji coba di Boca Chica, Texas, Amerika Serikat (AS), Selasa (2/2/2021). Starship SN9 berhasil terbang setinggi 10 km dan melakukan sejumlah manuver sebelum akhirnya meledak saat gagal mengurangi lajunya saat pendaratan. - Antara/Reuters
Roket SpaceX Starship SN9 meluncur terbang dalam rangkaian uji coba di Boca Chica, Texas, Amerika Serikat (AS), Selasa (2/2/2021). Starship SN9 berhasil terbang setinggi 10 km dan melakukan sejumlah manuver sebelum akhirnya meledak saat gagal mengurangi lajunya saat pendaratan. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri SpaceX Elon Musk mengatakan perusahaan transportasi luar angkasa itu terancam bangkrut akibat macetnya progres pengembangan mesin yang menggerakkan roket itu.

CNBC International melaporkan bahwa Musk menggambarkan situasi yang mengerikan sehari setelah Thanksgiving melalui email seluruh perusahaan.

"Krisis produksi [mesin] Raptor jauh lebih buruk daripada yang terlihat beberapa minggu lalu,” tulis Musk.

"Kami menghadapi risiko kebangkrutan jika kami tidak dapat mencapai tingkat penerbangan Starship setidaknya sekali setiap dua minggu tahun depan," tambah Musk.

Seperti diketahui, Starship merupakan roket raksasa generasi terbaru yang diluncurkan oleh SpaceX. Starship ditargetkan dapat memberikan layanan perjalanan bagi orang dan barang ke bulan dan Mars.

Untuk mencapai orbitnya, prototipe roket milik Musk ini membutuhkan masing-masing sebanyak 39 mesin Raptor.

Pengembangan Raptor semakin sulit setelah hengkangnya Vice President Propulsi Will Heltsley pada awal bulan ini. Kondisi itu membuat Musk tidak bisa tenang menghabiskan libur Thanksgiving-nya.

Hal ini terlihat dari isi email-nya kepada karyawan SpaceX, dengan mengatakan bahwa kepemimpinan perusahaan tengah menghadapi masalah program dan mendapati keadaan "menjadi jauh lebih parah" daripada yang diperkirakan Musk sebelumnya.

"Kami perlu seluruh tenaga untuk pulih dari apa yang, sejujurnya, merupakan bencana,” tulis Musk.

Musk sudah mengungkapkan beberapa kali bahwa produksi mesin menjadi bagian yang paling sulit dalam pembuatan roketnya,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

roket SpaceX
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top