Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SwissCham Indonesia Sebut SDM Industri Jadi Rebutan, Ada Apa?

SwissCham Indonesia menyebut SDM berkualifikasi industri menjadi rebutan di antara perusahaan-perusahaan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 25 November 2021  |  16:09 WIB
Ilustrasi. Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi. Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang Swiss di Indonesia (SwissCham Indonesia) menilai ketersediaan tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi industri masih terbatas, sehingga seringkali menjadi rebutan di antara perusahaan-perusahaan.

Henry Chia, Wakil Ketua SwissCham Indonesia mengatakan masih ada peluang besar untuk mengembangkan kerja sama, terutama dengan lembaga pendidikan di daerah-daerah.

"Bagi kami melihatnya, kesuksesan sekolah-sekolah ini sudah sangat terbukti, sudah bagus sekali. Hanya sayangnya masih terbatas pada beberapa politeknik, karena lulusannya bagus, sehingga menjadi rebutan," kata Henry usai penandatanganan kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Kamis (25/11/2021).

Kerja sama lima perusahaan di bawah SwissCham Indonesia dengan Politeknik Negeri Jember, Politeknik Industri Logam Morowali, dan Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng, diharapkan dapat memperluas ketersediaan tenaga kerja yang dibutuhkan dunia usaha.

Menurut Henry, pekerjaan rumah bagi pemerintah dalam pengembangan SDM adalah meningkatkan link and match antara kualifikasi lulusan dengan kebutuhan industri. Tantangan ini menurutnya juga terjadi di banyak negara berkembang.

Dia juga mengatakan dalam konteks ini SwissCham diuntungkan dengan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Swiss yang tahun ini menginjak tahun ke-70.

Selain itu, tahun ini juga mulai berlaku Indonesia - European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). EFTA merupakan kelompok negara-negara di luar Uni Eropa yang beranggotakan Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss.

"Industri dan sekolah harus bekerja sama sehingga lulusan menjadi siap pakai. So far kami diuntungkan dengan hubungan bilateral yang sangat kuat dan stabil antara Indonesia dan Swiss," katanya.

Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan menambahkan setiap tahun kebutuhan industri akan SDM tercatat sekitar 680.000 orang. Adapun, jumlah yang disiapkan oleh unit-unit pendidikan di bawah Kemenperin terbatas hanya 6.000 orang saja.

"Sehingga tambahannya perlu kolaborasi dengan unit pendidikan umum dan unit pendidikan swasta, untuk kami kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan yang 680.000 tersebut," lanjutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top