Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Hilirisasi, Jokowi: Ekspor Nikel Bisa Capai Rp280 Triliun Tahun Ini

Jokowi memastikan ekonomi Indonesia akan mengalami transisi dan transformasi, utamanya dari mengandalkan barang mentah menjadi barang jadi.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 24 November 2021  |  15:19 WIB
Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi pengarahan langsung kepada seluruh direksi dan jajaran komisaris PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) bersama sejumlah Kementerian terkait di Istana Bogor, Selasa (16/11/2021). JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi pengarahan langsung kepada seluruh direksi dan jajaran komisaris PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) bersama sejumlah Kementerian terkait di Istana Bogor, Selasa (16/11/2021). JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memperkirakan tahun ini ekspor nikel bisa mencapai US$20 miliar. Nilai yang diproyeksikan itu melompat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan empat tahun lalu yaitu US$1,1 miliar.

Pada saat empat tahun lalu, Jokowi mengatakan ekspor nikel Indonesia yang masih mentah. Dia menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk berhenti mengekspor barang mentah, dan beralih ke barang jadi.

"Dari kira-kira Rp15 triliun, melompat menjadi Rp280 triliun rupiah. Itu yang namanya nilai tambah di situ," kata Jokowi pada acara Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Dengan mengandalkan barang jadi, maka pendapatan negara dinilai bisa memiliki nilai tambah. Mulai dari sisi pendapatan royalti, PNBP, bea luar, berbagai jenis pajak, dan daerah bisa mendapatkan efek peredaran uang yang besar.

Jokowi memastikan ekonomi Indonesia akan mengalami transisi dan transformasi, utamanya dari mengandalkan barang mentah menjadi barang jadi. Caranya dilakukan diantaranya dengan berhenti mengirim ekspor barang mentah.

Hal itu sebelumnya dimulai dari berhenti mengeskpor bahan mentah nikel, lalu ke depannya dilanjutkan dengan berhenti mengeskspor bauksit, tembaga, dan bahan mentah timah.

"Jadi ekonomi kita yang awalnya berbasih bahan mentah dari sumber daya alam kita. Ini satu per satu memang harus ada transisinya. Satu per satu akan kita setop. Masuk ke barang setengah jadi, dan masuk ke barang jadi," terang Jokowi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi ekspor hilirisasi Nikel
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top