Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serapan Domestik Dorong Produksi Pulp dan Kertas

Tahun lalu, produksi kertas nasional diperkirakan hanya mencapai 13,33 juta ton, menyusut 1,98 persen dibandingkan dengan realisasi 2019 sebesar 13,6 juta ton.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Oktober 2021  |  19:49 WIB
Serapan Domestik Dorong Produksi Pulp dan Kertas
Karyawan beraktivitas di pembibitan (nursery) Akasia PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk menghasilkan bibit pohon unggul sebagai bahan baku pulp dan kertas. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Produksi pulp dan kertas mengalami pertumbuhan 6 persen sepanjang semester I/2021. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengatakan pertumbuhan itu didorong serapan yang naik di dalam negeri. Hal itu terutama karena tingginya pemakaian kemasan dan kertas tisu.

"Secara umum industri pulp dan kertas nasional pada 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 6 persen. Hal ini disebabkan adanya peningkatan penyerapan di dalam negeri," kata Sekretaris Jenderal APKI Liana Bratasida kepada Bisnis, Kamis (7/10/2021).

Tahun lalu, produksi kertas nasional diperkirakan hanya mencapai 13,33 juta ton, menyusut 1,98 persen dibandingkan dengan realisasi 2019 sebesar 13,6 juta ton.

Pertumbuhan produksi pada paruh pertama tahun ini diharapkan dapat bertahan sampai penghujung tahun. Sebelumnya, Liana memproyeksikan pada 2021 volume produksi industri pulp akan meningkat 1,85 persen menjadi 11 juta ton, sedangkan volume produksi kertas ditarget naik 5 persen menjadi 14,28 juta ton.

Adapun kinerja ekspor masih terkendala masalah logistik yang belum juga reda. Liana menyebut hal itu menyebabkan penurunan volume ekspor sebesar 7 persen pada semester I/2021.

Meski demikian, berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, pada Januari-Juli 2021, ekspor pulp dan kertas secara nilai, naik 16 persen menjadi US$4,2 miliar dengan volume 6,7 juta ton.

"Dikarenakan kelangkaan container, dari sisi ekspor terjadi permasalahan yaitu menurunnya [volume] ekspor sebesar 7 persen pada 2021 dibandingkan dengan 2020," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur industri pulp and paper
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top