Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Siapkan Lahan di Batang untuk Industri Alkes

Target produksi 2024 dibidik untuk 10 alat kesehatan dengan konsumsi terbesar dan 10 alkes lainnya dengan nilai tertinggi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 28 September 2021  |  13:00 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). /Antara Foto-Hafidz Mubarak A - Pool
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). /Antara Foto-Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menargetkan pada 2024 industri dalam negeri mampu memproduksi alat kesehatan dengan teknologi tinggi.

Plt. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan Arianti Anaya mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi berupaya mengundang pelaku industri global untuk masuk ke dalam negeri. Pemerintah juga telah menyiapkan lahan di Batang, Jawa Tengah, untuk pembangunan industri tersebut.

"Kami menggandeng akademisi dan mengundang industri-industri besar seperti Siemens dan Philips, sudah disiapkan lahan di Batang oleh Menko Marves dan untuk kemudahan berinvestasinya," katanya dalam rapat dengan DPR, kemarin, Senin (27/9/2021) malam.

Arianti juga menjelaskan, target produksi 2024 dibidik untuk 10 alat kesehatan dengan konsumsi terbesar dan 10 alkes lainnya dengan nilai tertinggi.

Anggaran untuk pengembangan industri ini, termasuk riset telah disiapkan dan dapat mulai digelontorkan pada tahun depan. Sementara itu, bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), pemerintah telah menyetop pemesanan alkes impor yang produksi dalam negerinya telah memenuhi.

Lebih lanjut, untuk mendorong percepatan industri alkes domestik, pihaknya berencana menaikkan tingkat kandungan dalam negeri menjadi 50 persen.

"Seperti obat, TKDN akan kami naikkan menjadi 50 persen, alkes juga akan seperti itu," ujar Arianti.

Sementara itu, Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan & Laboratorium (Gakeslab) merencanakan investasi sebesar Rp1,7 triliun selama dua tahun ke depan untuk mengembangkan industri di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Gakeslab Randy Teguh mengatakan investasi itu akan dilakukan oleh sebanyak 25 perusahaan.

"Kami siap untuk dua tahun ke depan investasi senilai Rp1,7 triliun untuk kesiapan alat kesehatan dalam negeri," katanya

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur alat kesehatan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top