Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkeu Sebut Aspek Ini Harus Dibenahi agar RI Keluar dari Middle Income Trap

Banyak negara yang terjebak dan sulit untuk bisa keluar dari jebakan kelas menengah (middle income trap).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 20 Agustus 2021  |  13:12 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam webinar  Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa banyak negara di dunia berhasil naik kelas menjadi middle income country, tetapi tidak berhasil terus naik menjadi upper income country.

Karena itu, banyak negara yang kemudian terjebak dan sulit untuk bisa keluar dari jebakan kelas menengah (middle income trap).

Sri menyampaikan pengalaman banyak negara tersebut dapat dijadikan sebagai pembelajaran. Untuk bisa keluar dari middle income trap, dibutuhkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sehat. Untuk dapat membangun kualitas SDM yang sehat, maka sangat diperlukan reformasi di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Apalagi sekarang kita menghadapi pandemi, terasa sekali sekarang kita melihat respons kesehatan yang melanda dunia akan bergantung dari sistem kesehatan,” katanya dalam webinar, Jumat (20/8/2021).

Dia menyampaikan, di Indonesia sendiri, dalam situasi pandemi semua sangat bergantung pada tindakan pemerintah pusat. Pada saat yang sama, kepemimpinan dan sistem kesehatan yang bak di daerah juga sangat diperlukan.

Sama seperti kesehatan, jelas Sri, reformasi juga sangat diperlukan di bidang pendidikan. Terutama pandemi juga sangat berdampak pada dunia pendidikan, di mana pembelajaran jarak jauh telah diberlakukan sejak pandemi berlangsung.

“Anak-anak tidak bisa belajar di kelas satu setengah tahun, ini masa yang panjang sekali dan ini pasti ada dampaknya,” tuturnya.

Sri menambahkan, pembenahan di bidang jaring pengaman sosial juga dibutuhkan. Di negara upper income country, jaring pengaman sosial dapat diterapkan dan menjamin tidak ada sekelompok masyarakat yang tertinggal.

“Ini pemikiran yang perlu dilakukan, saat ini pemerintah masih membuat reformasi jaringan pengaman sosial, bagaimana bisa membantu yang tertinggal tapi pada saat yang sama memberikan penguatan,” jelasnya.

Di samping itu, Sri mengatakan hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah isu perubahan iklim. Ancaman perubahan iklim kata dia akan menjadi risiko yang nyata.

Pasalnya, jika hingga 2050 dunia tidak mampu menciptakan pembangunan dengan net zero emisson, maka dunia akan mengalami kenaikan suhu temepratur dan dampaknya pun sudah mulai diraksan saat ini.

Selain itu, imbuh Sri, salah satu kunci yang juga penting untuk Indonesia bisa keluar dari middle income trap adalah pembenahan institusi, termasuk dalam memerangi praktik korupsi.

“Korupsi merupakan musuh yang paling ampuh membuat suatu negara itu hancur. Namun, kalau kita bicara tentang institusi yang sehat, beyond corruption juga penting, bagaimana memformulasikan sebuah policy yang baik,” tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kelas menengah sri mulyani ekonomi indonesia pemulihan ekonomi
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top