Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perketat IPO Luar Negeri, China Koordinasi dengan AS

Menanggapi tindakan keras Beijing terhadap industri swasta, Ketua SEC Gary Gensler meminta staf untuk mengupayakan keterbukaan tambahan dari perusahaan China sebelum menandatangani pernyataan pendaftaran mereka untuk menjual saham.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 01 Agustus 2021  |  16:19 WIB
Seorang pejalan kaki yang memakai masker lewat di depan gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, pada Kamis, (22/7/2021). - Bloomberg
Seorang pejalan kaki yang memakai masker lewat di depan gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, pada Kamis, (22/7/2021). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Regulator sekuritas China menyerukan pembicaraan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat setelah penawaran umum perdana perusahaan-perusahaan China dihentikan.

Dilansir Bloomberg, Komisi Regulasi Sekuritas China (CSRC) dalam pernyataannya menyatakan sedang berusaha untuk meningkatkan komunikasi dengan SEC untuk menemukan resolusi yang sesuai.

Regulator AS mengatakan akan menangguhkan IPO China sampai perusahaan meningkatkan keterbukaan risiko mereka. Pengawas China pun menyerukan saling menghormati dan kolaborasi dalam masalah ini.

Menanggapi tindakan keras Beijing terhadap industri swasta, Ketua SEC Gary Gensler meminta staf untuk mengupayakan keterbukaan tambahan dari perusahaan China sebelum menandatangani pernyataan pendaftaran mereka untuk menjual saham.

China sebelumnya telah mengusulkan aturan baru yang mengharuskan hampir semua perusahaan yang ingin mendaftar di negara asing untuk menjalani tinjauan keamanan siber, sebuah langkah yang akan sangat meningkatkan pengawasan atas perusahaan swastanya.

Tindakan keras terhadap listing di luar negeri terjadi setelah upaya listing Didi Global Inc. di AS di tengah keberatan Beijing atas keamanan data perusahaan itu.

Beberapa hari setelah debut Didi, regulator China mengumumkan penyelidikan terhadap perusahaan dan menghapus aplikasinya dari toko ponsel China, mendorong aksi jual saham raksasa teknologi itu. Kerugian bagi investor AS telah memicu seruan agar SEC meningkatkan pengawasan terhadap IPO China.

China selama ini mengadopsi pendekatan berpikiran terbuka untuk mendaftar lokasi, kata CSRC, menambahkan bahwa pengawasan saat ini atas industri tertentu ditujukan untuk mengoordinasikan pengembangan dan keselamatan.

Pengawas sekuritas akan melakukan komunikasi yang erat dengan departemen terkait untuk lebih meningkatkan transparansi dan prediktabilitas kebijakan.

Dalam pernyataannya, CSRC juga menegaskan kembali janji untuk membuka industri keuangan negara dan mengatakan bahwa mereka melihat prospek pasar modal China dapat diprediksi, berkelanjutan, dan sehat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo china bursa as
Editor : Reni Lestari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top