Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyeksi Pergudangan Terkontraksi 1,84 Persen, Ini Saran SCI

Supply Chain Indonesia memaparkan sejumlah elemen strategi untuk menggenjot kontribusi pergudangan.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 19 Juli 2021  |  19:14 WIB
Proyeksi Pergudangan Terkontraksi 1,84 Persen, Ini Saran SCI
Aktivitas pekerja di Warehouse JD.ID Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/12/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Supply Chain Indonesia (SCI) memproyeksikan sektor pergudangan di Indonesia terkontraksi sebesar 1,84 persen hingga akhir tahun (y-on-y).

Perhitungan itu didasarkan analisis atas perkembangan kontribusi sektor pergudangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari kuartal I/2019 hingga kuartal II-2021 dari data Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Chairman SCI Setijadi, dengan kontraksi sebesar itu, sektor pergudangan diperkirakan berkontribusi sebesar Rp131,0 triliun terhadap PDB 2021. Sementara pada 2020, subsektor ini berkontribusi terhadap PDB sebesar Rp131,6 triliun atau terkontraksi sebesar 17,61 persen (y-on-y) dari kontribusi sebesar Rp153,1 triliun pada 2019.

Karena itu, dia mengatakan potensi implementasi smart warehouse penting untuk meningkatkan kinerja pergudangan. Peningkatan kinerja ini tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi waktu dan biaya operasional pergudangan, tetapi juga produktivitasnya.

"Implementasi smart warehouse mencakup empat elemen kunci," katanya dalam siaran pers, Senin (19/7/2021).

Dia memerinci elemen kunci pertama adalah aspek SDM yang berkaitan dengan competency, adapt to change, growth mindset, dan learning ability. Kedua, teknologi yang unggul dalam hal agility, scalability, dan visibility.

Ketiga, proses yang mencakup regulatory compliance, lean and seamless operation, dan continuous improvement. Keempat, aspek lingkungan yang mendukung keselamatan dan kesehatan kerja.

Sementara itu, Setijadi menyebut salah satu aspek teknologi dalam pergudangan yang penting adalah pencahayaan untuk meningkatkan efektivitas operasional dan produktivitas, serta mengurangi tingkat kecelakaan kerja.

"Salah satu bentuk teknologi pencahayaan di gudang adalah smart lighting dengan sensor untuk penyesuaian pencahayaan sesuai kebutuhan operasional. Di samping berdampak terhadap efisiensi energi, hal ini juga berpotensi meningkatkan produktivitas pergudangan," sebutnya.

Dia menambahkan sistem dengan sensor dalam smart lighting tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membaca produktivitas kerja. Alhasil, perusahaan mendapatkan data yang valid untuk membuat insiatif lanjutan, seperti re-layout atau proses perbaikan lainnya.

"Implementasi smart warehouse diharapkan dapat meningkatkan kinerja pergudangan dan memulihkan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional seperti sebelum pandemi Covid-19," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pergudangan supply chain
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top