Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bengkel Pesawat Milik Lion Group Jadi KEK, Investasi Rp7,29 Triliun

Batam Aero Technic, bengkel pesawat milik Lion Air Group, mulai menggarap pembangunan tahap 3 dengan total nilai investasi mencapai Rp7,29 triliun.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 13 Juni 2021  |  09:47 WIB
Ilustrasi - Fasilitas MRO Batam Aero Technic (BTA) di Batam. - Bisnis/Youtube
Ilustrasi - Fasilitas MRO Batam Aero Technic (BTA) di Batam. - Bisnis/Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Batam Aero Technic (BAT), pusat perawatan dan pengerjaan pesawat udara (maintenance, repair, overhaul/MRO), berupaya menyelesaikan pembangunan tahap 3 usai mendapatkan persetujuan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang M. Prihantoro mengatakan persetujuan tersebut tertuang dalam ketetapan Peraturan Pemerintah (PP) No. 67/2021 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Technic.

"Kawasan industri BAT telah terbangun sejalan pada lahan tahap 1 dan 2 seluas 6 hektar. Saat ini dalam pembangunan tahap 3," kata Danang dalam siaran pers yang dikutip, Minggu (13/6/2021).

Dia menjelaskan pada pembangunan hanggar tahap 3, BAT berencana membangun delapan unit hanggar yang dapat menampung 24 pesawat udara tipe Boeing 737 dan Airbus 320. Delapan unit hanggar ini diharapkan dapat meningkatkan serapan perawatan pesawat secara nasional dan internasional, serta meminimalisir jumlah pekerjaan yang dikirim ke luar negeri.

Danang menuturkan nilai investasi mencapai Rp7,29 triliun serta dapat menyerap tenaga kerja berkisar 9.976 orang pada 2030. Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65-70 persen dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.

Dalam jangka menengah, lanjutnya, diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang diprediksi memiliki rata-rata 12.000 unit pesawat udara dan nilai bisnis sebesar US$100 miliar pada 2025.

BAT yang mulai beroperasi pada 2014 merupakan perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat yang didirikan dengan tujuan untuk merawat dan memperbaiki pesawat-pesawat yang dioperasikan oleh perusahaan penerbangan yang tergabung dalam Lion Air Group seperti Lion Air, Wings Air, Batik Air, Lion Bizjet, Malindo Air, Thai Lion Air serta Angkasa Aviation Academy (sekolah pilot).

Kapabilitas yang dimiliki oleh BAT saat ini adalah perawatan Airbus 320, Boeing 737 series, Airbus A330, Hawker 800/ 900 XP, ATR 72 500/ 600 serta memperkerjakan kurang lebih 2.000 personel (sumber daya manusia) dengan jumlah investasi yang sudah tertanam Rp1 triliun.

"Kami menyampaikan rasa terima kasih atas terbentuknya sebagai KEK di Batam dalam upaya melakukan pengembangan usaha dengan tujuan sinergi positif sektor aviasi. Iklim usaha yang diciptakan oleh pemerintah sangat mendukung pertumbuhan dan pengembangan di Indonesia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lion air maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top