Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nilai Tukar Petani Menguat, Ini Komoditas Penyumbangnya 

Kenaikan indeks terjadi di seluruh subsektor, kecuali subsektor tanaman hortikultura.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 02 Juni 2021  |  12:42 WIB
Buruh memetik kakao di perkebunan kakao Pasir Ucing, Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (1/2/2021). Bisnis - Rachman
Buruh memetik kakao di perkebunan kakao Pasir Ucing, Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (1/2/2021). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks nilai tukar petani (NTP) pada Mei 2021 mengalami kenaikan sebesar 0,44 persen daripada 102,93 pada April menjadi 103,39 pada Mei. Kenaikan indeks terjadi di seluruh subsektor, kecuali subsektor tanaman hortikultura.

“Kenaikan ini dikarenakan indeks yang diterima petani mengalami kenaikan lebih besar dari pada indeks yang dibayarkan. Untuk indeks yang diterima naik 0,6 persen secara bulanan dan indeks yang dibayarkan naik 0,21 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto dalam konferensi pers, Rabu (2/6/2021).

Dia mengemukakan bahwa terdapat beberapa komoditas yang menjadi penyumbang kenaikan indeks yang diterima pada Mei 2021. Komoditas ini mencakup kelapa sawit, sapi potong, jagung, daging ayam ras, kentang, gabah, petai, karet, ayam kampung, dan cengkih.

Sementara itu, sejumlah komoditas yang dominan menghambat kenaikan indeks yang diterima adalah cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan telur ayam.

“Adapun, kalau kita lihat komoditas yang memengaruhi kenaikan indeks yang dibayar adalah daging ayam ras, minyak goreng, jengkol, kemudian rokok kretek filter, kelapa, ayam kampung, dan sebagainya,” lanjutnya.

Di sisi lain, komoditas yang menghambat kenaikan indeks yang dibayar mencakup cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras.

Subsektor tanaman hortikultura menjadi satu-satunya kelompok dengan indeks yang bergerak negatif dari 104,30 pada April menjadi 101,42 pada Mei.

Komoditas yang dominan memengaruhi penurunan indeks adalah cabai rawit, cabai merah, bawang merah, kol, bawang daun, tomat, buncis, terong, dan wortel.

Sementara itu, kenaikan indeks terjadi pada subsektor lain seperti tanaman pangan yang ditopang oleh jagung, gabah, kacang tanah, dan ketela pohon.

Indeks tanaman perkebunan juga tercatat naik dengan dominasi kelapa sawit, karet, cengkih, kopi, kelapa, palawija, dan tebu sebagai penyumbang kenaikan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPS nilai tukar petani
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top