Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biden Bakal Hapus Hak Tunda Pembayaran Pajak Capital Gain Properti

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengajukan proposal American Families Plan yang isinya antara lain menghapus hak penundaan pembayaran pajak capital gain dari transaksi properti.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  13:00 WIB
Sebuah rumah di Uniondale, New York, Amerika Serikat, ditandai untuk dijual, dalam foto file 23 Mei 2016. - Reuters
Sebuah rumah di Uniondale, New York, Amerika Serikat, ditandai untuk dijual, dalam foto file 23 Mei 2016. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Joe Biden, melalui proposal American Families Plan, membidik investor real estat yang biasa membeli dan menjual properti tanpa harus membayar pajak capital gain.

Rencana ekonomi baru Presiden AS menyerukan penghapusan hak untuk menunda pembayaran pajak tertentu atas keuntungan investasi properti lebih dari US$500.000, bagian dari upaya yang lebih luas untuk menaikkan pajak terhadap orang kaya untuk membayar perluasan layanan termasuk prasekolah gratis bagi golongan masyarakat yang kurang sejahtera.

Dikenal sebagai pertukaran sejenis atau "1031", keuntungan ini memungkinkan investor properti untuk menggulirkan hasil penjualan real estat ke pembelian pada masa mendatang tanpa membayar pajak capital gain.

Proses penangguhan ini secara teoritis dapat berlanjut tanpa batas sampai kematian investor, dan jika aset diserahkan kepada ahli waris, kenyataannya tagihan pajak capital gain sering dihapuskan.

Strategi tersebut diproyeksikan untuk menyelamatkan investor bernilai US$41,4 miliar sepanjang 2020 hingga 2024, menurut Komite Bersama Perpajakan Kongres. Namun, angka-angka itu tidak memerinci seberapa besar manfaat ini berlaku untuk transaksi dengan keuntungan lebih dari US$500.000.

Investor eksklusif di properti termasuk mereka yang memiliki real estat residensial. Ini bisa menjadi investor besar atau tuan tanah kecil. Sementara aturan sejenis pernah diterapkan pada hal-hal seperti peralatan industri, Kongres menutup celah untuk sebagian besar industri lain pada 2017.

Itu masih merupakan taktik yang banyak digunakan di industri properti, termasuk oleh menantu Donald Trump, Jared Kushner.

Namun sejauh ini, penerima manfaat terbesar dari aturan saat ini adalah individu. Menurut data Komite Bersama Perpajakan (Joint Committee on Taxation/JCT), tahun ini perusahaan akan mendapatkan keuntungan sebesar US$2,3 miliar, sementara individu akan mendapatkan US$5,7 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top