Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan BMW Terkerek, Lampaui Proyeksi

Menurut pernyataan pabrikan yang berbasis di Munich itu, pendapatan sebelum bunga dan pajak dari operasi pembuatan mobil melonjak menjadi 2,24 miliar euro (US$ 2,7 miliar) dalam tiga bulan pertama, naik dari 229 juta euro setahun sebelumnya.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 20 April 2021  |  16:48 WIB
BMW AG menyebut BMW i4 sebagai penanda transformasi mobilitas perusahaan.  - BMW AG
BMW AG menyebut BMW i4 sebagai penanda transformasi mobilitas perusahaan. - BMW AG

Bisnis.com, JAKARTA - BMW AG melaporkan hasil kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan setelah penjualan mobil melambung di semua wilayah utama, dipimpin oleh China.

Menurut pernyataan pabrikan yang berbasis di Munich itu, pendapatan sebelum bunga dan pajak dari operasi pembuatan mobil melonjak menjadi 2,24 miliar euro (US$ 2,7 miliar) dalam tiga bulan pertama, naik dari 229 juta euro setahun sebelumnya. Keuntungan juga naik karena harga kendaraan yang kokoh dan permintaan yang tinggi untuk mobil bekas.

"Semua angka memang di atas ekspektasi (dan konsensus) saya. Penggerak utama BMW adalah momentum penjualan yang sangat baik, harga positif seperti untuk kebanyakan pabrikan dan peningkatan efisiensi," kata Juergen Pieper, analis di Bankhaus Metzler, dilansir Bloomberg, Selasa (20/4/2021).

Produsen mobil mendapatkan keuntungan dari pemulihan yang meluas dalam permintaan yang dimulai di China. Sementara itu, Daimler AG pekan lalu melaporkan pendapatan awal kuartal pertama yang secara signifikan lebih baik dari yang diharapkan, mengutip penjualan yang kuat di semua wilayah.

Pengiriman kendaraan global untuk BMW dan Mercedes-Benz Daimler melonjak ke rekor selama kuartal pertama, dipimpin oleh China serta permintaan untuk kendaraan hibrida plug-in dan listrik yang baru diperkenalkan.

Sementara kejatuhan aktivitas karena pandemi sudah mulai mereda, kekhawatiran pembuat mobil telah bergeser ke masalah rantai pasokan dengan kekurangan chip global yang terus mengganggu produksi.

BMW sejauh ini berhasil mengatasi gejolak yang menghentikan produksi di pabrik-pabrik di seluruh dunia dengan lebih baik daripada beberapa rekannya. Perusahaan meningkatkan pesanan semikonduktor musim semi lalu setelah pasar Asia pulih, tetapi telah memperingatkan masih perlu bekerja keras untuk mengamankan suku cadang yang cukup.

Para eksekutif mengatakan bahwa mereka yakin dapat menghindari penutupan produksi pada kuartal ini. Selain itu, BMW juga melaporkan pendapatan grup sebelum pajak sebesar 3,76 miliar euro untuk kuartal tersebut, dari 798 juta euro pada tahun sebelumnya.

Produsen mobil itu mengharapkan laba sebelum pajak tahunan menjadi lebih tinggi secara signifikan daripada tahun lalu, berdasarkan peningkatan pengiriman yang solid. Laba sebelum pajak merosot 35 persen menjadi 4,8 miliar euro pada 2020 karena pandemi mengguncang industri.

Pendapatan dari pembuatan mobil ditetapkan lebih dari dua kali lipat tahun ini menjadi antara 6 persen dan 8 persen. BMW mengatakan margin operasi kuartal pertama di unit pembuatan mobil naik menjadi 9,8 persen dari 1,3 persen tahun sebelumnya. BMW akan melaporkan pendapatan kuartal pertama penuh pada 7 Mei.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik BMW penjualan mobil
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top