Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusun di Kawasan TOD Bakal Jadi Incaran Milenial

Hunian berkonsep TOD menjadi hunian perkotaan pada masa depan karena selain memudahkan masyarakat melakukan perjalanan, juga bisa membantu menekan macet di perkotaan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 17 April 2021  |  18:20 WIB
Warga melintas di dekat spanduk iklan rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Nurul Hidayat
Warga melintas di dekat spanduk iklan rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negera Erick Thohir menyebut hunian rumah susun berkonsep transit oriented development bakal menjadi incaran kaum milenial.

Menurutnya, hunian berkonsep TOD (transit oriented development) ini menjadi hunian perkotaan pada masa depan. Pasalnya, selain memudahkan masyarakat untuk melakukan perjalanan, juga bisa membantu menekan macet di perkotaan, seperti di Jakarta.

"Penduduk Indonesia sekarang didominasi usia produktif yang menuntut efisiensi baik dalam hal waktu maupun pekerjaan. Jadi ini bisa menjadi primadona generasi milenial," kata Erick dalam keterangan resminya, Sabtu (17/4/2021).

Erick menghadiri prosesi topping off Tower Cattleya, Samesta Mahata Serpong. Proyek rusun TOD itu digarap oleh Perum Perumnas. Menurut Erick, topping off kali ini menjadi bersejarah bagi Perumnas karena menjadi hunian terintegrasi transportasi pertama di Indonesia yang telah diselesaikan perusahaan.

Pengerjaan proyek terus berlangsung meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 untuk menyelesaikan hunian yang terintegrasi dengan KRL.

"Saya pikir apa yang dilakukan Perum Perumnas ini mewakili semangat BUMN untuk tidak pernah menyerah dalam situasi apapun, seperti terus menyediakan hunian bagi masyarakat meski ekonomi sedang lesu di tengah pandemi Covid-19," ungkapnya.

Samesta Mahata Serpong rencananya dibangun dalam dua tahap terdiri atas 3.632 unit hunian dengan tipe unit studio, dua bedroom dan dua bedroom+. Difasilitasi dengan area komersial seperti ritel modern, kafe dan kedai kopi, dan restoran.

Rusun itu terletak di lahan Stasiun Rawabuntu ini tidak hanya terintegrasi transportasi KRL, tetapi juga berada di akses pintu masuk tol Serpong-Jakarta dan jalan utama Tangerang Selatan juga mengedepankan pemanfaatan moda transportasi umum seperti bus dan angkutan perkotaan.

Ke depannya, hunian ini pun akan terkoneksi langsung dengan LRT menuju Bandara Soekarno-Hatta dan perpanjangan jalur MRT dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Rawabuntu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perum perumnas erick tohir tod
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top