Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi kompleks perumahan. - Bisnis.com
Premium

Insentif Bisnis Properti, Semoga Tak Berujung Menggantang Asap

18 Maret 2021 | 22:15 WIB
Pemerintah mengeluarkan insentif pemangkasan PPN untuk transaksi properti. Namun, waktunya yang hanya 6 bulan mengundang keluhan pengembang. Begitu pula mengenai batasan pemberlakuannya hanya untuk rumah siap huni. Sementara itu, kebijakan uang muka 0 persen masih tersendat karena bank tak mau mengambil risiko yang lebih besar ketimbang jika ada uang muka. Alhasil, persetujuan KPR pun anjlok.

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah stimulus pemerintah yang diberikan sektor properti terutama untuk hunian sudah mulai berdampak, menurut Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida.

Stimulus untuk bisnis properti yang masyhur selama setengah bulan lebih ini adalah pemangkasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta uang muka 0 persen.

Menurutnya, minat konsumen untuk membeli hunian terutama rumah tapak setelah diberikan stimulus meningkat. Adapun rumah tapak yang menjadi favorit konsumen yakni di harga Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar.

Meski mengatakan stimulus properti mulai berpengaruh, Totok mengakui bahwa dia belum memperoleh data pasti dari para pengembang anggota REI.

"Pembelian properti terutama rumah tapak naik, tapi seberapa besarnya belum tahu, karena saya belum mendapatkan angka pasti penjualan dari para pengembang," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan pembelian hunian ini menjadi tanda bahwa pemulihan sektor properti ini mulai bergerak naik.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top