Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Ketidakseimbangan Industri Chip Global, Samsung Bisa Tunda Rilis Galaxy Note Anyar

Koh, yang mengawasi TI dan komunikasi seluler, mengatakan Samsung mungkin memutuskan untuk tidak memperkenalkan Galaxy Note-nya selama paruh kedua 2021.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 17 Maret 2021  |  11:13 WIB
Samsung Galaxy Note 20 Series
Samsung Galaxy Note 20 Series

Bisnis.com, JAKARTA - Samsung Electronics Co., salah satu produsen chip terbesar di dunia, memperingatkan tentang ketidakseimbangan yang serius di industri semikonduktor. Perusahaan asal Korea Selatan ini mengatakan mungkin harus menunda peluncuran salah satu smartphone utamanya.

Kepala Seluler Samsung Koh Dong-jin membuat komentar tersebut selama rapat pemegang saham tahunan perusahaan di Seoul. Industri teknologi telah berjuang dengan kekurangan semikonduktor yang telah menutup pabrik mobil di seluruh dunia dan mengancam pasokan produk lain.

“Ada ketidakseimbangan yang serius dalam pasokan dan permintaan chip di sektor TI secara global,” kata Koh, yang juga co-chief executive officer, dilansir Bloomberg, Rabu (17/3/2021).

“Meskipun keadaan sulit, para pemimpin bisnis kami bertemu dengan mitra di luar negeri untuk memecahkan masalah ini. Sulit untuk mengatakan masalah kekurangan telah diselesaikan 100 persen," lanjutnya.

Koh, yang mengawasi TI dan komunikasi seluler, mengatakan Samsung mungkin memutuskan untuk tidak memperkenalkan Galaxy Note-nya selama paruh kedua 2021.

“Seri Note diposisikan sebagai model high-end dalam portofolio bisnis kami,” katanya.

Dia melanjutkan, merilis dua model andalan dalam setahun dapat menjadi beban perusahaan sehingga waktu peluncuran model Note akan diundur setidaknya hingga tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone teknologi samsung

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top