Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erick Thohir Kode Sunset Bisnis SPBU & Penutupan Cabang Bank

Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan dampak disrupsi bisnis ke berbagai bidang usaha termasuk pom bensin dan perbankan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Maret 2021  |  01:40 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. - Antara
Menteri BUMN Erick Thohir. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memperkirakan sejumlah usaha akan meredup seiring dengan berkembangnya teknologi.

Erick mengatakan kehadiran baterai kendaraan listrik akan mengubah peta bisnis pom bensin. Pasalnya, jika mobil listrik sudah menjamur maka 80 persen pengisian energi bakal dilakukan di rumah.

"Berarti bisnis pom bensin akan sunset. Ini bukan nakut-nakutin, perubahan ini terjadi," ujar Erick dilansir melalui Tempo, Sabtu (6/3/2021).

Selain di bidang energi, disrupsi bisnis bisa terjadi akibat digitalisasi perbankan dan jasa keuangan. Erick mengatakan belakangan muncul perusahaan teknologi finansial atau fintech dan bank digital.

Kehadiran dua bisnis digital ini, lanjut dia, akan membuat pembiayaan semakin murah. Namun, di sisi lain, bank bisa saja mulai menutup kantor-kantor cabangnya.

"Hubungannya adalah yang punya bisnis properti, yang tadinya punya gedung disewa bank, bisa-bisa 10 tahun ke depan enggak disewa bank lagi. Karena bank sudah tidak perlu outlet atau cabang," ujar Erick.

Dengan adanya potensi-potensi perubahan tersebut, Erick mengajak rekan-rekannya di Hipmi untuk mendata ulang bisnis dan pekerjaan apa yang mungkin hilang di masa depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN perbankan spbu erick thohir

Sumber : Tempo

Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top