Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Target Pelindo Masih Konservatif

Pakar kemaritiman ITS Surabaya Raja Oloan Saut Gurning mengatakan proyeksi dari para operator pelabuhan yang disusun pada tahun ini pertumbuhannya relatif masih sama dengan pada tahun lalu.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  00:11 WIB
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Target para operator pelabuhan yang dirilis oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2021 dinilai masih cukup berpotensi membukukan laba apabila efisiensi dan kehati-hatian khususnya dalam investasi dan pengembangan usaha serta kolaborasi dilakukan secara kolektif dengan berbagai entitas ekosistem pelabuhan.

Pakar kemaritiman ITS Surabaya Raja Oloan Saut Gurning mengatakan proyeksi dari para operator pelabuhan yang disusun pada tahun ini pertumbuhannya relatif masih sama dengan pada tahun lalu. Dengan catatan, kata dia, operator jasa pelabuhan perlu tetap disiplin dengan menjalankan protokol kesehatan, menerapkan inovasi jasa dengan platform digital, penguatan kolaborasi serta inisiasi usaha rasionalisasi jasa lini 1, lini 2 dan jasa logistik.

“Armada dan kargo curah mungkin akan tetap menunjukkan permintaan yang cukup stabil sebab ditopang konsumsi pangan, pakan dan energi yang terus eksis di dalam negeri,” ujarnya, Rabu (17/2/2021).

Sementara itu, lanjutnya, untuk komoditas general kargo dan breakbulk mungkin memang tetap akan dinamik atau fluktuatif. Untuk kontainer, kata dia, memang gangguan akan sering terjadi khususnya akibat persoalan ketersediaan kontainer dan biaya angkutan yang cenderung tidak terkendali.

Menurutnya, layanan kontainer pendingin juga akan terdorong naik akibat distribusi obat-obatan dan bahan makanan. Sementara untuk layanan penumpang, sepertinya masih terus labil karena mobilitas masih relatif terbatas

Sedangkan hambatan terbesar masih berupa faktor disrupsi akibat ketidakpastian usaha karena pandemi covid-19 ini. Seperti risiko aset usaha yang tidak terawat dengan baik, bertambahnya biaya penanganan covid-19, tuntutan level kinerja yang tinggi serta dukungan digitalisasi menjadi ekspektasi besar pelaku usaha jasa kepelabuhanan saat ini.

“Jadi kalau saya amati, proyeksi pertumbuhannya masih relatif konservatif dengan proyeksi sebanding dengan periode sebelumnya akibat kondisi ketidakpastian pada tahun 2021 yang memang masih ditandai kuat faktor utamanya adalah pandemi covid-19,” tekannya

Selain itu memang benar adanya tendensi peningkatan pertumbuhan ekonomi dari level minus menuju level nol hingga positif baik secara nasional maupun internasional. Usaha menyeimbangkan penatalaksanaan protokol kesehatan covid dan aktivitas ekonomi baik yang dilakukan pemerintah dan banyak pemerintah di luar negeri menjadi sebuah indikasi masih ada kecenderungan permintaan perdagangan lewat laut yang ditopang konsumsi individu, pelaku usaha dan pemerintah.

Bahkan, kata dia, ada letupan balikan yang mulai naik (bouncing-back) di sejumlah wilayah nasional (Jawa, Sumatera, Bali-Nusra) dan sejumlah kawasan Asia Selatan dan Asia Timur juga mendorong meningkatnya permintaan layanan jasa kepelabuhanan.

Tak hanya itu, fakta masih terjadinya kongesti di sejumlah pelabuhan utama dunia khususnya di Shanghai, Singapura, Hongkong dan lainnya menjadi fakta empiris kecenderungan yang membaik itu.

Oleh karenanya, dia berpendapat wajar saja penetapan target pertumbuhan masih direncanakan positif oleh para pengelola BUMN tersebut.

“Usaha mengeksplorasi jasa-jasa baru misalnya penguatan layanan logistik berbasis jasa pelabuhan dan dukungan platform ICT (digitalisasi) juga merupakan usaha produktif untuk mencari potensi usaha baru di lini layanan kapal dan kargo,” tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan pelindo
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top